25.6 C
Kendari
Minggu, Desember 4, 2022

Emosi Dituding Suplai Material Galian C Ilegal di Proyek Pelabuhan Pangulubelo, Bupati Wakatobi dan Pendemo Adu Mulut

Wakatobi.Britakita.net

Sejumlah aktivis kembali turun ke jalan di depan Kantor Bupati Wakatobi guna menuntut kejelasan terkait status material galian C, yang sejak lama disuarakan.

Aksi ini sendiri telah berulang kali sampaikan lewat aksi demonstrasi namun hingga kini belum ada keputusan tegas dari Pemerintah Kabupaten Wakatobi.

Saat menerima masa aksi, Bupati Wakatobi, Haliana mengatakan, Pemerintah Daerah kabupaten Wakatobi tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi proses pembangunan pelabuhan Pangulubelo.

Pernyataan tersebut untuk menjawab tudingan masa aksi yang menyebut proyek tersebut diduga menggunakan material galian C yang didatangkan dari proses penambangan Ilegal.

Masa jug menyebut, material yang didatangkan dari luar Kabupaten Wakatobi salah satunya untuk proses pembangunan pelabuhan Pangulubelo yang menelan anggaran Rp 68 Milyar.

BACA JUGA :  Jelang Ramadhan, Polres Wakatobi Musnahkan Ribuan Liter Miras

Haliana menegaskan, proyek pelabuhan Pangulubelo merupakan kewenangan pusat dan berada di wilayah pengelolaan Pemerintah Provinsi Sultra.

“Kita tidak bisa sampai kesitu, itu bukan kewenangan kita, ya jadi kalau kita kesana kita dianggap gila urusan juga, jadi kita tidak mempreteli satu satu,” ungkap Haliana.

Namun, masa aksi yang tidak terima dengan penyampaian tersebut menuding ada keterlibatan bupati dalam mendatangkan Galian C dari luar Wakatobi.

Pernyataan tersebut rupanya membuat politisi PDIP tersebut emosi sehingga berbicara sambil menunjuk-nunjuk seorang demonstran, Emen Lahuda.

“Terlalu banyak fitnahmu sama saya, coba kamu ngomong, kamu indikasikan saya apa?,” kata Haliana dengan nada geram.

BACA JUGA :  Puluhan Mahasiswa ITBM Wakatobi Terima Beasiswa UKT

Ungkapan marah dan emosi Bupati Wakatobi itu justru memicu keributan. Pasalnya, masa melalui pengeras suara meneriakkan dugaan bupati terlibat dalam bongkar muat material galian C.

Teriakan itu kembali memantik bupati mendatangi Emen Lahuda yang ke dua kalinya.”Lebih baik lapor polisi, kamu sudah terlalu banyak fitnahmu la,” tutur Haliana dengan nada tinggi.

Masa aksi lalu melanjutkan unjuk rasa ke Polres Wakatobi sekaligus melaporkan Kasat Reskrim Polres Wakatobi kepada Provos terkait caci maki yang dilontarkan kepada aktivis.

Caci maki itu terjadi saat aktifis coba menelpon Kasat Reskrim terkait perkembangan laporannya tentang dugaan galian C ilegal.

Laporan: Samidin

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!