23.8 C
Kendari
Sabtu, Desember 3, 2022

“Kabur Air” Sanksi Etik Profesor Cabul di Kampus UHO

Kendari, Britakita.net

Kepolisian Resort Kota (Polresta) Kendari menetapkan Profesor B, sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan mahasiswinya sendiri berinisial RN.

Penetapan tersebut merupakan perkembangan terbaru hasil penyidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi yang dilakukan Polresta Kendari secara maraton.

Penetapan tersangka ini disambut gegap gempita dan puji syukur khususnya pihak keluarga korban dan tim pendamping korban yang mengawal kasus ini.

Namun, kondisi berbeda terjadi di Kampus Universitas Halu Oleo (UHO) tempat sang profesor cabul tersebut seharinya mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus dosen.

Pasca penetapan tersangka pada Kamis 18 Agustus 2022 lalu hingga kini, belum ada sikap maupun respon dari UHO, khususnya terkait sanksi etik yang bakal dijatuhkan kepada sang profesor.

Padahal, Dewan Kehormatan Kode Etik dan Disiplin (DKED) melalui ketuanya Profesor La Iru telah menyatakan Profesor B dengan secara sah dan meyakinkan telah melanggar kode etik.

BACA JUGA :  Dua Pengedar Sabu Diamankan di Hotel Melati

Menurutnya, sanksi etik akan segera diputuskan paling lama sebulan setelah rapat DKED UHO mengambil keputusan atas kasus dugaan pencabulan tersebut.

Sayangnya, sanksi etik yang pernah di sampaikan seakan hanya pepesan kosong belaka alias tidak terbukti hingga saat ini. Anggota DKED terkesan kehilangan taring seiring bergulirnya kasus ini.

Bahkan, gerak cepat DKED yang sempat diapresiasi banyak pihak karena segera memutuskan sidang bersamaan pemeriksaan maraton di kepolisian, kini nampak seakan hanya seremonial belaka.

Setelah hingar bingar penetapan tersangka yang dilakukan aparat kepolisian, suara DKED UHO masih sunyi sepi dan seakan tidak jelas, atau dalam istilah lokal telah “Kabur Air”

Fakta inilah yang disadari Gabungan mahasiswa UHO yang kembali melakukan aksi unjuk rasa hingga keempatnya, untuk menuntut sanksi etik Profesor B segera diketok palu.

Mentri Advokasi dan Pergerakan Badan Eksekutif Mahasiswa UHO, Ahmad Zulkarnain dalam orasinya menuntut DKED menunjukkan sikap profesional.

BACA JUGA :  Inspektorat Temukan Kerugian Negara dalam Pengadaan Bibit Dinas Perkebunan Sultra

“Kami menduga DKED UHO kongkalikong dan melakukan persengkokolan jahat bersama Profesor yang berinial B,” ungkap Ahmad dalam aksinya, Senin, 22 Agustus 2022.

Ahmad meminta kasus ini menjadi perhatian khusus karena korban Profesor B diduga tidak hanya satu orang. Sehingga dengan lambatnya sikap DKED seaka memberikan ruang munculnya korban baru.

“Bila hal itu tidak ditangani dengan cepat takutnya akan ada korban-korban selanjutnya dari oknum-oknum dosen lainnya, ini merupakan salah satu bentuk penyelamatan kampus UHO dari oknum-oknum bejat yang merusak nama universitas,” tegas Ahmad.

Sementara itu, Rektor UHO, Muhammad Zamrun Firihu saat menerima masa aksi mengungkapkan jika pihaknya tengah menyusun kontruksi sanksi yang akan diberikan kepada Prof B.

“Konatruksi sanksi yang akan diberikan kepada Prof B tengah disusun dengan sedetail mungkin, agar tidak adanya cela untuk dilakukannya pelaporan balik,” terang Muhammad Zamrun Firihu.

Laporan: Adh.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!