28.3 C
Kendari
Rabu, November 30, 2022

Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Kakak Beradik di Kendari

Kendari, Britakita.net 

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Kendari meringkus dua dari enam pelaku pengeroyokan dan pembusuran di jalan Saranani, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu, 13 Maret 2022 sekitar 02.30 Wita.

Pengeroyokan dan pembusuran dialami Aditya Eka Prasetya dan Angga Dwi Prayuda. Sedangkan pelaku yang berhasil diamankan berinisial RS (14), dan UA (16). Sedangkan pelaku A, I dan R masih dalam pengejaran.

Kabag Ops Polresta Kendari, Kompol Jupen Simanjutak mengatakan korban yang merupakan kakak adik ini dikeroyok oleh komplotan remaja yang tidak dikenal.

“Awalnya korban Angga Dwi Prayuda sedang melintas di JalanV Saranani, tiba-tiba ia terkena busur pada bagian kaki,” ungkapnya, Selasa, 14 Maret 2022.

BACA JUGA :  Anggota Satres Narkoba Polres Wakatobi Ditangkap, Karena Diduga Jadi Pengedar Sabu

Setelah itu korban pulang ke rumahnya untuk melaporkan hal tersebut kepada orang tuanya. Aditya Eka Prasetya yang merupakan kakak kandungnya, merasa tidak terima.

“Kemudian kakak korban mendatangi tempat kejadian perkara, namun ditempat yang sama kakak korban dikeroyok oleh komplotan remaja tersebut,” jelasnya.

Polisi yang berpangkat bunga dipundaknya itu, menambahkan pengeroyokan dan penganiayaan tersebut menggunakan senjata tajam jenis busur, parang bergerigi dan celurit.

Sehingga atas kejadian tersebut korban mengalami luka sobek bagian kepala dan luka tusuk pada pinggang seblah kanan. “Korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Dr. Ismoyo,” bebernya.

BACA JUGA :  Tuding Saksi Pencabulan Tidak Sesuai, Aktivis Demo Saat Persidangan

Pihak kepolisian menyita barang bukti milik komplotan remaja tersebut berupa senjata tajam jenis parang dan beberapa busur.

Sementara itu, Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polresta Kendari, AKP I Gede Pranata Wiguna mengatakan motif dari penganiayaan komplotan tersebut tanpa ada alasan yang jelas.

“Mereka membusur dan mengeroyok kepada sembarang orang dan tanpa ada alasan yang jelas,” ujar Pranata Wiguna.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kedua pelaku dijerat Pasal 170 ayat (2) KUHP dan atau pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun penjara.

Laporan: Adh / Editor: Up

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!