PKK Konkep Giatkan Warga Produksi Minyak, Siap Jadi Solusi Kelangkaan Minyak Goreng di Sultra

oleh -37 Dilihat
PKK Konkep Giatkan Warga Produksi Minyak, Siap Jadi Solusi Kelangkaan Minyak Goreng di Sultra

Konkep, Britakita.net

Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) menggiatkan warga di puluhan desa untuk memproduksi minyak goreng secara tradisional.

Rencananya, minyak goreng produksi lokal tersebut akan dirilis dalam pasar murah yang bakal digelar bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Langkah Pemda Konkep yang menggiatkan produksi minyak goreng ini sendiri diapresiasi banyak pihak, dan dianggap sebagai solusi atas kelangkaan minyak goreng di Sultra.

Dari data yang diterima Britakita.net, sebanyak ribuan butir kelapa telah diolah menjadi minyak oleh para emak-emak di sejumlah desa, pada agenda produksi tahap perdana.

PKK Konkep Giatkan Warga Produksi Minyak, Siap Jadi Solusi Kelangkaan Minyak Goreng di Sultra

Kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Saenul mengatakan, pihaknya saat ini membuka ruang untuk kerjasama distribusi minyak goreng yang saat ini tengah diproduksi.

“Karena mengingat anggaran kami minim untuk itu, maka dari itu kami akan siap bekerja sama dengan distributor,” kata Saenul kepada Britakita.net, (15/3/2022).

Mantan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) itu juga salah satu langkah distribusi minyak goreng rencananya melalui Pasar Murah yang digelar bersama Pemerintah Provinsi.

“Bersama Pemerintah Provinsi masih mencari pola bagaimana bisa menyimpan banyak minyak goreng untuk pasar murah di Konkep, karena mereka juga tidak bisa menyimpan lama di provinsi,” kata Saenul.

Untuk saat ini, lanjut Saenul, pihaknya tengah memanggil para produsen minyak goreng lokal untuk mempresentasikan produknya, yang sudah siap dipasarkan.

Rencananya, pihaknya bakal membantu memberikan kemudahan dalam proses sertifikasi dan administratif lainnya, termasuk label untuk produk.

“Ini termasuk IKM juga tetapi belum memiliki surat keterangan usaha, belum memiliki sertifikat perusahaan. Karena kalau sudah ada itu kita bisa berikan dia lebel,” terang Saenul.

PKK Jadi Motor Penggerak Giat Produksi Minyak Goreng Lokal

Ditengah masifmya kelangkaan minyak goreng saat ini, keberadaan ‘Pulau Kelapa’ di Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan berkah tersendiri bagi Bumi Anoa.

BACA JUGA :  Resmi Pimpin Hipmawani, Ini Harapan Firman Adhyaksa

Pulau Kelapa merupakan nama lain yang telah banyak dikenal untuk menyebut Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), yang dikenal juga sebagai Pulau Wawonii.

Nama Wawonii sendiri terdiri dari dua kata bahasa daerah lokal setempat yakni Wawo dan Nii yang berarti di atas kelapa, yang menggambarkan secara harfiah pulau tersebut ditumbuhi banyak pohon kelapa.

Dengan banyaknya pohon kelapa, maka kekayaan alam tersebut bisa menjadi jawaban atas permasalahan yang tengah melanda bangsa saat ini, yakni kelangkaan minyak goreng.

Hal tersebutlah yang ditangkap jajaran tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dibawah pimpinan Hj. Nurul Hidayati, sebagai Ketua Umum PKK Konkep.

Saat ini, PKK menjadi salah satu motor penggerak dalam giat produksi minyak secara tradisional dengan melibatkan emak-emak di puluhan desa.

Hj. Nurul Hidayati mengatakan dalam waktu yang tidak terlalu lama, minyak goreng produksi lokal Wawonii siap dilaunching untuk selanjutnya dipasarkan secara luas.

Dirinya optimis minyak goreng yang diproduksi para emak-emak di desa bakal laku di pasaran. Hal itu dibuktikan dengan ludesnya sampel yang dibawa pada salah satu kegiatan PKK.

“Yang kita bawa 60 botol sudah habis, ini Insya Allah akan datang 90 botol,” ungkap Istri Bupati Konkep, Amrullah ini.

PKK Konkep Giatkan Warga Produksi Minyak, Siap Jadi Solusi Kelangkaan Minyak Goreng di Sultra

Untuk itu, mantan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Konkep ini bakal terus menggiatkan produksi minyak goreng di desa-desa.

“saya sudah pesan untuk tetap memproduksi, kerena rencana awal untuk pameran sekaligus promosi,” ungkap orang nomor satu di Jajaran PKK Konkep ini.

Ia juga mengungkapkan, desa yang saat ini tengah menggenjot penuh untuk memproduksi minyak goreng ada lima desa yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan.

“Ada desa Waworope, Butuea, Wawola, Dimba dan Ladianta bahkan Kampa. Ini Desa Dimba dan Ladianta belum di ambil hasil produksinya,” kata Hj. Nurul Hidayati.

BACA JUGA :  Polresta Kendari Periksa Oknum Polisi yang Terlibat Dugaan Korupsi ADD di Konkep

Hj. Nurul menjelaskan, untuk rencana harga yang bakal ditetapkan bervariasi, ukuran satu liter harganya Rp 65 ribu dan yang ukuran 3,5 liter harganya Rp 227,500.

Untuk harganya sendiri, kata Hj Nurul, masih terbilang tinggi. Meski demikian, akan ada review kembali atas harga yang ditentukan warga sendiri tersebut.

“itu mhi juga yang kita bahas tadi, saya sudah tanyak kenapa dikasih mahal, karena kalau harga lebih tinggi daripada diluar bakal susah juga lakunya,” ujar Hj Nurul.

Meski hasilnya belum dirasakan warga disaat ini, namun warga yang terlibat dalam produksi minyak goreng mengaku memiliki harapan dan optimis hasil produksinya bakal laku dan membawa keuntungan.

Hal tersebut salah satunya diungkapkan Arpan, warga desa Desa Waworope, Kecamatan Wawonii Utara, Arpan. S (38) mengaku berterimakasih kepada jajaran tim PKK.

Pasalnya, produksi minyak yang diberi brand ‘Minyak Goreng Wawonii, Minyak Asli Kelapa Produk Emak-Emak’ ini diyakininya bakal membawa keuntungan dan diberikan kemudahan dalam pemasaran.

“Kita juga sebagai warga bisa memproduksi migor asli Wawonii yang bisa dibantu pemasarannya melalui PKK Konkep, apa lagi minyaknya sudah diberi brand,” kata Arpan.

Ayah dua anak ini juga mengungkapkan, dirinya bersama istri sudah lama membuat minyak goreng dari kelapa.

Menurutnya, sejak kelangkaan minyak melanda termasuk di Konkep, permintaan minyak goreng hasil buatannya cukup meningkat.

“Akhir pekan lalu juga minyak goreng buatkan kami dipesan oleh salah satu ibu PKK Konkep. Informasinya untuk dipromosikan di acara PKK,” kata Arpan.

Dirinya juga berharap, produksi minyak goreng lokal Wawonii bisa menjawab dan menjadi solusi kesusahan masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng.

“Kami berharap Mingor yang dipromosikan oleh PKK Konkep saat ini bisa menjawab kepanikan warga soal kelangkaan migor,” tandas Arpan.

Laporan : Aan Ahmad / Editor : Up