22.7 C
Kendari
Selasa, September 27, 2022

Mahasiswa IAIN Kendari Ciptakan Pupuk Organik dari Sabut Kelapa 

Kendari, Britakita.net 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari di Desa Laywo Jaya, Kecamatan Wawonii Timur, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) mengolah sabuk kelapa menjadi pupuk organik cair (POC).

Koordinator Desa (Kordes) Permanda Alfhandy mengatakan, Pupuk Organik Cair yang berasal dari limbah sabut kelapa  kaya akan unsur hara K (Kalium) dengan kombinasi dari EM4 (Effektif Mikrroorganisme) untuk menyediakan unsur hara K bagi tanaman tersebut, sehingga bisa berpotensi dijadikan pupuk yang dapat meningkatkan produktifitas tanaman.

“Manfaat dari POC dari sabut kelapa ini diantaranya: memperkuat batang dan akar tanaman, menambah bobot atau isi buah dan biji tanaman, menambah aroma harum pada buah dan buah menjadi lebih manis,” ucap Permanda Alfhandy saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu 31 Agustua 2022.

BACA JUGA :  Bazar Berlogo UHO Hadirkan Dance Striptis Berujung Kecaman, Manajement Beri Klarifikasi dan Meminta Maaf 

Ia menjelaskan, ide pembuatan pupuk ini dilatar belakangi banyaknya produk olahan kelapa yang hanya diolah menjadi Kopra, minyak kelapa, namun sabutnya hanya dibuang begitu saja oleh masyarakat setempat.

“Secara umum masyarakat Desa Laywo Jaya sudah memaksimalkan aset yang ada, dengan banyaknya produk olahan dari kelapa seperti kopra, minyak, arang. Akan tetapi melihat banyaknya aset limbah sabut kelapa hasil pembuatan kopra yang tidak digunakan kemudian menjadi ide untuk membuat pupuk organik cair dari limbah sabut kelapa di Desa tersebut,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, untuk menggunakan POC dengan perbandingan 1,3 liter air bersih dengan campuran 1,5 POC yang campur adukan dalam satu wadah, lalu di semprotkan pada batang, daun dan buah.

BACA JUGA :  Selamatkan Generasi Muda, HIKMAKAP dan Ulfiah Ajak Siswa Hindari Narkoba

“Bisa diaplikasikan pada akar dengan air bersih pada perbandingan 1,3 dan langsung disiram pada tanaman dan sebaiknya dilakukan seminggu sekali. Sedangkan pada daun dan buah, dan batang, campurkan larutan POC dengan perbandingan 1,5 langsung semprotkan pada bagian daun, batang, dan buah,” jelasnya.

Dosen Pembimbing KKN Syahrul Mubarak, S. Th.I.,M.Ag, mengaku bangga dengan keberhasilan mahasiswa yang mampu menciptakan produk POC dari sabut kelapa yang sejatinya hanya menjadi limbah, selain menciptakan produk mereka juga ikut dalam pelestarian lingkungan utamanya pemanfaatan limbah sabut kelapa.

“Diharapkan semoga produk yang sudah dihasilkan mahasiswa bermanfaat untuk masyarakat desa utamanya dalam peningkatan kesejahteraan dan pengembangan usaha di desa,” harapnya.

Laporan: Rizal Saputra

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!