Konkep, Britakita.net
Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan (Pemda Konkep) kembali menorehkan langkah inovatif di bidang pengelolaan sumber daya air, hal tersebut melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), kini resmi diluncurkan Sistem Informasi Geospasial Aksi Partisipatif Konawe Kepulauan (SIGAP KONKEP), Senin 6/10/2025), di Aula Kantor Dinas PUTR.
Dalam launching tersubut, dihadiri oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti BPBD H. Awaluddin, Dinas Pertanian Najamudin, Dinas Kominfo Jamhur Umirlan, serta perwakilan kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dari berbagai daerah irigasi di Konkep.
Kepala Dinas PUTR, H. Harsin Abd, Rahim, S. Pd,. M. Si melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air Ir. Jumsar menyampaikan, bahwa hadirnya SIGAP-KONKEP merupakan bagian dari upaya transformasi digital di sektor pengelolaan air, banjir, dan irigasi di daerah kepulauan yang rentan terhadap perubahan iklim dan keterbatasan infrastruktur.
“SIGAP-KONKEP dirancang sebagai sistem partisipatif yang memungkinkan petugas lapangan, kelompok P3A, dan masyarakat untuk melaporkan kondisi irigasi serta potensi banjir secara cepat, tepat, dan berbasis peta digital. Sistem ini bukan hanya alat, tetapi jembatan koordinasi antarinstansi dan masyarakat,” ujarnya.
Hal demikian juga menjadi salah satu inovasi unggulan daerah yang lahir dari program Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PIM III) yang diikuti oleh pejabat di lingkungan Pemkad Konkep yang bekerja sama dengan BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Bahkan aplikasi SIGAP-Konkep dapat menggabungkan unsur teknologi geospasial, mitigasi bencana, dan partisipasi masyarakat dalam satu platform terpadu. Sehingga dengan demikian, untuk melakukan pelaporan dapat mengakses https://arcg.is/WGGSe1
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas PUTR H. Harsin Abd, Rahim, S. Pd,. M. Si menambahkan bahwa inovasi ini akan memperkuat kolaborasi lintas OPD dalam penanganan banjir dan perencanaan irigasi.
“SIGAP-KONKEP menjadi contoh nyata bahwa inovasi tidak harus mahal, tapi harus bermanfaat. Dengan keterlibatan semua pihak, sistem ini akan mempermudah perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan berbasis data,” ungkapnya.
Peresmian ditandai dengan penekanan tombol peluncuran aplikasi oleh perwakilan pimpinan OPD disaksikan peserta workshop, dilanjutkan dengan demo langsung penggunaan aplikasi oleh tim teknis Bidang SDA. Para peserta diajak mencoba memantau jaringan irigasi dan titik-titik rawan banjir secara digital menggunakan peta interaktif.
Sementara itu, perwakilan P3A menyambut baik inovasi ini, mereka berharap aplikasi SIGAP-KONKEP bisa menjadi alat komunikasi lapangan yang efisien antara petani, pemerintah, dan aparat teknis, terutama saat menghadapi kondisi darurat atau kebutuhan distribusi air yang cepat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari tahapan aktualisasi aksi perubahan dalam pelatihan kepemimpinan, yang menegaskan komitmen jajaran Dinas PUTR untuk menghadirkan layanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sebagai penutup, [Nama Bapak] menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan sistem ini secara berkelanjutan.
“Launching ini bukan akhir, tapi awal dari gerakan bersama membangun sistem informasi yang terbuka, partisipatif, dan bermanfaat bagi masyarakat Konawe Kepulauan. Kami berharap SIGAP-KONKEP menjadi simbol kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi tantangan air dan perubahan iklim,” pungkasnya.
Dengan peluncuran SIGAP-KONKEP, Konawe Kepulauan kini menapaki langkah baru menuju tata kelola sumber daya air yang lebih modern, kolaboratif, dan berbasis data, sejalan dengan semangat “Digitalisasi untuk Konawe Kepulauan Tangguh.”





