28.3 C
Kendari
Rabu, November 30, 2022

Kecamatan Routa Menjadi Lokasi Pabrik Lithium dengan Panel Surya Raksasa

Konawe, Britakita.net

Pembangunan kawasan mega industri di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah mulai berjalan. Proyek besar itu pun tampaknya bukan kaleng-kaleng.

Sedikit bocoran, ada sejumlah inovasi yang membuatnya berbeda dengan pabrik lainnya yang ada di Indonesia saat ini. Hal itu diungkapkan langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinan Sapan yang belum lama ini berkunjung ke Routa.

Ferdi, demikian sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi mengungkapkan, kawasan industri Routa akan berbeda dari yang ada di Morosi bahkan daerah lainnnya. Salah satunya, yakni pembangkit listrik yang digunakan.Kecamatan Routa Menjadi Lokasi Pabrik Lithium dengan Panel Surya Raksasa

Rencananya kata Ferdi, pembangkit listrik di sana nantinya bakal menggunakan panel surya atau pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pemkab Konawe sendiri telah memberikan rekomendasi izin untuk 500 hektar (Ha) untuk dijadikan tempat PLTS. Artinya, panel surya yang bakal dibangun adalah panel raksasa.

“Untuk izin lanjutannya pihak perusahaan akan mengurus izin di Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KKLH), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan instansi terkait lainnya,” ujarnya.

BACA JUGA :  KSK Minta Presiden Jokowi Beri Peluang Konawe Ekspor Beras ke Tiongkok

Jika hal itu nantinya terealisasi lanjut Ferdi, ia sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana luasnya sebuah PLTS seluas 500 Ha. Hal itu kata dia, bakal menjadi inovasi. Selama ini banyak pabrik besar yang masih menggunakan batu bara atau mesin diesel untuk beroperasi.

Kecamatan Routa Menjadi Lokasi Pabrik Lithium dengan Panel Surya Raksasa

Hadirnya kawasan industri dengan konsep PLTS tersebut dinilai Ferdi akan sangat ramah lingkungan. Selain dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, dampak pencemaran lingkungan dari karbon dioksida juga dapat diminimalisir.

“Pembangkitnya ini menggunakan energi terbarukan. Jadi lebih ramah lingkungan,” imbuhnya.

Ferdi berharap, luasnya lahan yang dipakai untuk PLTS bisa berbanding sama dengan besarnya tenaga listrik yang dihasilkan Sehingga nantinya, kelebihan daya yang tidak terpakai untuk mengoperasikan perusahaan bisa disuplai ke masyarakat. Hal itu nantinya akan memberikan manfaat tersendiri terhadap warga area pabrik.

BACA JUGA :  WALHI Minta Instansi Terkait Kroscek Aktifitas Kapal Tongkang di Pesisir dan Kawasan Hutan Bakau

Sebelumnya, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (KSK) telah menyingung pembangunan pabrik litium yang berada di kecamatan Routa. Belum begitu jelas nama perusahaan yang bakal berdiri di sana. Sempat disebut-sebut satu nama perusahaan, yakni PT. Sulawesi Cahaya Mineral (SCM).

Kecamatan Routa Menjadi Lokasi Pabrik Lithium dengan Panel Surya Raksasa

Meski demikian, memberikan bocoran jika tahun 2022 ini, mega industri Routa tersebut sudah akan melakukan peletakan batu pertama pertanda dimulainya proyek pembangunan pabrik. Ia berharap, pabrik lithium (baterai) untuk kendaraan listrik tersebut sudah bisa sepenuhnya beroperasi 2024 mendatang.

KSK juga memberikan gambaran tentang jumlah investasinya, yang mencapai puluhan triliun rupiah dan masih akan terus berkembang seiring berjalannya pabrik. Hal ini tentunya akan makin mengukuhkan Konawe sebagai daerah dengan capaian realisasi investasi tertinggi di Sultra bahkan untuk tingkat nasional.  (Advetorial)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!