Tim PKM Desa Soropia dan Waworaha Edukasi Terapi Pencegahan TB

oleh
oleh
Tim PKM Desa Soropia dan Waworaha Edukasi Terapi Pencegahan TB

Konawe, Britakita.net

Dalam upaya mendukung program nasional Indonesia Bebas Tuberkulosis (TB) 2030, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan bertajuk “Edukasi Masyarakat Terkait Terapi Pencegahan Tuberkulosis untuk Mewujudkan Indonesia Bebas TB” pada Senin, (27/10/2025), bertempat di Balai Desa Soropia, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian akademisi terhadap permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya serta pencegahan penyakit Tuberkulosis. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dari Desa Soropia dan Desa Waworaha yang merupakan wilayah dengan potensi risiko penularan TB cukup tinggi.

Tim pelaksana PKM diketuai oleh Nuralifah, S.Farm., M.Kes., Apt., dengan anggota tim Parawansah, S.Farm., M.Kes., Apt.; Irvan Anwar, S.Farm., M.Si., Apt.; dan Sitti Raodah Nurul Jannah, S.Farm., M.S.Farm., Apt.

Dalam sambutannya, Ketua Tim PKM, Nuralifah, menjelaskan bahwa Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Indonesia menempati posisi kedua dengan jumlah kasus TB tertinggi di dunia. Oleh karena itu, perlu adanya keterlibatan aktif masyarakat dalam memahami pentingnya terapi pencegahan dan pengobatan TB yang tepat.

BACA JUGA :  Pj Bupati Konawe bersama Apdesi Sultra Salurkan Bantuan Pembangunan Mesjid

“Materi utama kegiatan ini menyoroti tentang terapi pencegahan TB, yaitu upaya pemberian obat pencegahan bagi individu yang berisiko tinggi terpapar Mycobacterium tuberculosis, seperti anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TB aktif. Terapi ini bertujuan untuk mencegah infeksi laten berkembang menjadi penyakit TB aktif, sehingga dapat menekan angka penularan di masyarakat,” kata Ketua Tim PKM.

Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai tanda dan gejala awal TB, pentingnya pemeriksaan dahak di fasilitas kesehatan, serta kepatuhan minum obat sesuai anjuran tenaga medis. Tim PKM menekankan bahwa pengobatan TB tidak boleh dihentikan sebelum waktunya, karena dapat menyebabkan kekambuhan dan resistensi obat.

BACA JUGA :  Ini Deretan Prestasi KSK Menjadi Nahkoda Pemkab Konawe

Kegiatan dilaksanakan dengan metode interaktif berupa ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dan aktif dalam menyampaikan pertanyaan seputar gejala, penularan, serta pencegahan TB di lingkungan keluarga. Tim juga membagikan leaflet edukatif, melakukan demonstrasi etika batuk dan penggunaan masker yang benar, serta memberikan contoh perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan.

Kepala Desa Soropia dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tim PKM atas pelaksanaan kegiatan yang bermanfaat ini.

“Kamk berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan pengobatan TB secara tuntas,” harapnya.

Kegiatan PKM ditutup dengan foto bersama antara tim pelaksana, perangkat desa, dan peserta kegiatan. Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat Desa Soropia dan Desa Waworaha dapat menjadi contoh dalam penerapan terapi pencegahan TB serta turut berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia bebas Tuberkulosis di tahun 2030.