Sungai Meluap dan Mengancam Pemukiman Warga, Aktifitas PT TBS Kembali Disorot

oleh
oleh
Sungai Meluap dan Mengancam Pemukiman Warga, Aktifitas PT TBS Kembali Disorot
Sungai E'e Laa yang mulai meluap yang diduga dampak aktifitas PT TBS. (Foto: Fendi Britakita.Net)

Bombana, Britakita.Net

Aktifitas PT Tambang Bumi Sulawesi (TBS) terus disoroti masyarakat, usai mencemari Perkebunan warga kini aktifitas PT TBS dinilai mencemari sungai E’e Laa Desa Batuawu, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana. Dimana akibat aktifitas PT TBS sungai E’e Laa kini meluap dimusim hujan dan pemukiman warga terancam banjir.

Lukman, salah satu warga yang tinggal di pinggir bantaran Sungai E’e Laa Desa Batuawu merasa resah dengan kondisi sungai yang sekarang ini. Ditambah lagi rumahnya tepat berada di bantaran sungai tersebut.

“Saya sebenarnya sudah takut tinggal di belantaran Sungai karena kalau hujan deras bisa saja tiba tiba banjir. Dan kalau ada tempat lain saya ingin pindah tapi mau di apa hanya ini lokasi yang saya punya,” keluhnya saat ditemui britakita.net

BACA JUGA :  Казино Икс как новый тренд азартных игр

Lanjut Lukman warna dan debit air di sungai tersebut berbeda dengan kondisi sebelum hadirnya tambang yang kini beroperasi di belakang kampung Desa Batuawu.

“Warna sungai ini tidak seperti sebelumnya. Dulu ketika hujan turun warnanya hanya keruh biasa, namun kali ini sangat jauh berbeda hingga berwarna coklat bahkan kemerah-merahan. Kondisi seperti ini baru terjadi, mungkin pengaruh aktifitas tambang yang sekarang beroperasi dibelakang kampung ini,” bebernya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Batuawu, Sirajuddin Adani membenarkan keluhan masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai E’e Laa, karena aktifitas perusahaan tidak terkontrol penyeb utama sering terjadi banjir.

BACA JUGA :  Sufmi Dasco Minta Gerindra Sultra Terus Bekerja dan Tak Cepat Puas Diri

“Saya sudah pernah sampaikan kepada Pemerintah setempat, jangan kesampingkan masyarakat dan sekarang sudah terlihat dampaknya akibat tidak memikirkan dampaknya ke masyarakat,” tegasnya.

Mantan Kepala Desa Batuawu ini juga menuturkan perusahaan yang kini beroperasi di wilayah tersebut jangan hanya mencari keuntungan semata tapi tidak pikirkan masyarakat yang moyoritas berprofesi sebagai petani.

“Perusahaan dapat untungnya dan masyarakat dapat apesnya. Ini akibat pemerintah tidak pernah memikirkan kepentingan masyarakat,” tutupnya.

Laporan: Fendi
Editor: Amar