Sekolah Lapang Iklim Tematik 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Kendari Dorong Pertanian Adaptif Hadapi Perubahan Iklim

oleh
oleh
Sekolah Lapang Iklim Tematik 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Kendari Dorong Pertanian Adaptif Hadapi Perubahan Iklim

Kendari, Britakita.net

Kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Tahun 2026 resmi dibuka di Hotel Sahid Azizah Syariah, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh pertanian dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui pemanfaatan informasi iklim berbasis sains.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sektor pertanian saat ini telah mengalami transformasi besar dan tidak lagi identik dengan pekerjaan berat secara tradisional.

Sekolah Lapang Iklim Tematik 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Kendari Dorong Pertanian Adaptif Hadapi Perubahan Iklim

Menurut Ridwan Bae, pertanian telah berkembang menjadi sektor bisnis modern yang mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga memiliki prospek besar bagi generasi muda.

“Pertanian kini bukan lagi pekerjaan berat tradisional, melainkan bisnis berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Anak-anak muda harus melihat sektor ini sebagai peluang masa depan. Negara sudah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari bibit, pupuk hingga pelatihan. Tinggal bagaimana kita membuktikan bahwa bertani juga bisa sukses, modern, dan membawa kesejahteraan,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan teknologi dalam mengelola sektor pertanian agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.

BACA JUGA :  Kurator Ahmad Fathana Haris Diduga Tak Independen saat Memproses Lelang Aset Umar Samiun

Sekolah Lapang Iklim Tematik 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Kendari Dorong Pertanian Adaptif Hadapi Perubahan Iklim

Sementara itu, Wali Kota Kendari yang diwakili oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kendari, Rahmat Yunus, menyampaikan apresiasi kepada BMKG atas terselenggaranya Sekolah Lapang Iklim Tematik sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, dukungan dari pemerintah pusat, BMKG, legislatif, dunia usaha, hingga pemerintah daerah menjadi bukti bahwa pembangunan sektor pertanian tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakannya, Rahmat Yunus mengatakan perubahan iklim kini bukan lagi sekadar isu global, tetapi telah menjadi tantangan nyata yang dirasakan masyarakat melalui pergeseran musim, curah hujan yang tidak menentu, serta meningkatnya kejadian cuaca ekstrem yang berdampak langsung terhadap sektor pertanian.

Sekolah Lapang Iklim Tematik 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Kendari Dorong Pertanian Adaptif Hadapi Perubahan Iklim

“Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi Kota Kendari yang hingga saat ini masih memiliki ketergantungan cukup besar terhadap pasokan bahan pangan dari luar daerah. Apabila produksi pertanian terganggu, maka akan berdampak pada stabilitas harga pangan, ketersediaan bahan pokok, bahkan berpotensi memicu inflasi daerah,” katanya.

Karena itu, Pemerintah Kota Kendari mendorong transformasi menuju sistem pertanian yang lebih adaptif melalui pemanfaatan informasi iklim sebagai dasar pengambilan keputusan di lapangan.

Melalui Sekolah Lapang Iklim Tematik, data dan informasi iklim yang dimiliki BMKG diharapkan dapat diterjemahkan menjadi panduan praktis bagi para petani untuk menentukan waktu tanam yang tepat, memilih komoditas sesuai kondisi iklim, serta meminimalkan risiko gagal panen.

BACA JUGA :  Debat Terakhir, ASR Paparkan Program Hirilisasi di Sultra

Rahmat Yunus juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai program, di antaranya pengembangan pertanian perkotaan (urban farming), optimalisasi lahan pertanian, serta memperkuat sinergi lintas sektor guna mewujudkan pembangunan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.

Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut sebaik-baiknya dengan menyerap ilmu dari para narasumber BMKG, kemudian menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada petani lainnya di Kota Kendari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Marjuki yang mewakili Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ketua BPD HIPMI Sulawesi Tenggara Triawan Rizbar Taha, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Nasrol Adil, Kepala Stasiun Klimatologi, GAW dan SPAG dari berbagai wilayah di Indonesia, Kepala UPT BMKG se-Provinsi Sulawesi Tenggara, para penyuluh pertanian, kelompok tani, serta sekitar 50 peserta Sekolah Lapang Iklim Tematik Tahun 2026. (Advetorial)