LINK Sultra Minta Polda Segera Selidiki Oknum Polres Bombana yang Diduga Baking Tambang Emas Illegal

oleh -278 Dilihat
oleh
LINK Sultra Minta Polda Segera Selidiki Oknum Polres Bombana yang Diduga Baking Tambang Emas Illegal

Kendari, Britakita.net

Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sultra diminta segera menyelidiki keterlibatan oknum Polres Bombana yang diduga Baking Aktifitas Penambangan Emas Illegal di wilayah IUP PT Panca Logam Makmur (PLM), Desa Wububangka, Kecamatan Rarowatu Utara yang telah disegel dan berada dalam pengawasan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Karena akibat aktifitas tersebut menelan korban jiwa yang merupakan pekerja tambang dilokasi tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Lingkar Kajian Kehutanan (LINK) Sultra, Muh. Adriansyah Husen yang mendesak Polda Sultra melalui Bidpropam untuk menyelidiki keterlibatan Oknum Polres Bombana. Karena LINK Sultra menduga aktifitas diwilayah IUP Panca Logam dibackup oleh Oknum sehingga masyarakat pekerja tambang emas berani melakukan aktifitas.

BACA JUGA :  BLUD RS Konawe Terima Pendampingan dari RS Provinsi Sultra

“Tidak akan mungkin masyarakat biasa mau bekerja tanpa ada jaminan keamanan, dan ini sudah terjadi berlarut-larut apalagi ada Polsek yang jaranya cuma beberapa kilometer dari lokasi tersebut,” katanya.

LINK Sultra memastikan akan mendukung dan mengawal Tindakan tegas Bidpropam Polda Sultra jika menyelidiki keterlibatan Oknum. Dan ini akan menjadi hal positif Polri jika berani dan tegas mau menindak jajarannya yang melakukan hal-hal yang melawan hukum.

“Kami siap kawal, dan ini harus menjadi Atensi Kapolda Sultra karena ini menyangkut Khamtibmas dan nyawa masyarakat karena jika dibiarkan akan ada lagi korban-korban berikutnya jika aktifitas Illegal dilokasi tersebut masih berlangsung,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kejari Periksa Proyek Diduga Bermasalah di Masa Kepemimpinan Pj Bupati Konawe

Untuk diketahui dilansir dari media online Terassultra.com saat insiden pekerja tertimbun Selasa (7/4/2026) lalu Seorang warga setempat berinisial D menyebut praktik tersebut sudah lama terjadi dan seolah tak tersentuh penegakan hukum.

“Sudah lama ini berjalan. Banyak yang tahu, tapi seperti dibiarkan saja,” kata kepada media ini.

Menurut dia, kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya pihak-pihak yang melindungi aktivitas ilegal tersebut.

“Kalau tidak ada yang bekingi, tidak mungkin masih jalan terus, apalagi ini kan sudah disegel,” bebernya.