Kendari, Britakita.net
Aliansi Masyarakat Indonesia Menggugat (AMIN) Sultra membeberkan dugaan kecurangan pihak Universitas Halu Oleo (UHO) pada Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) tahun 2022 lalu. Dimana ada sebanyak 490 orang titipan Calon Mahasiswa dari 14 Fakultas di Universitas Negeri di Sultra yang diindikasi setiap titipan memiliki angka nominal masing-masing disetiap Fakultas.
Hal tersebut diungkapkan Direktur AMIN Sultra, Muh. Andriansyah Husen saat dikonfirmasi media ini beberapa Waktu lalu yang membongkar permainan busuk Oknum UHO untuk mendapatkan keuntungan dari SMMPTN. Dirinya mengaku memiliki data seluruh titipan Calon Mahasiswa yang melewati jalur khusus dimana titipan tersebut diduga dipastikan lulus dalam SMMPTN oleh Oknum Pihak UHO yang memiliki kewenangan saat itu.
“Saya punya data, nama seluruh titipan di 14 Fakultas dan yang dipastikan Calon Mahasiswa Titipan itu hanya mengikuti tes SMMPTN hanya formalitas karena apapun hasilnya dia tetap lolos karena sudah atensi diatas,” tegasnya.
Yang menjadi sorotan AMIN adalah titipan pada Fasuktas Kedokteran, dimana ditahun 2022 ada 65 nama titipan Calon Mahasiswa dimana nama-nama tersebut dititip dari berbagai Pejabat mulai Politisi, Akademisi, Aparat Penegak Hukum hingga Kepala Daerah.
“Sudah menjadi rahasia umum untuk masuk tes Kedokteran jalur mandiri itu harus membayar ratusan juta, bahkan ditahun itu kami indikasi ada penambahan kuota illegal oleh Kampus untuk mengakomodir seluruh titipan,” katanya.
“Ini tentunya merusak ahlak para generasi penerus, karena saya yakin banyak yang mampu untuk masuk ke perguruan tinggi khususnya Kedokteran namun karena memiliki keterbatasan finansial dia tidak bisa tercaver. Dan ini tentunya harus menjadi atensi pihak UHO agar praktek-praktek tersebut tidak men cederai Pendidikan di Sultra,” tegasnya.
Plt Rektor Uho, Dr. Herman, S.H., LL.M yang dikonfirmasi terkait tudingan AMIN Sultra tentang titipan di Jalur SMMPTN mengatakan tidak tahu-menahu tentang praktek kotor tersebut, karena dirinya baru menjabat selama Delapan Bulan menjadi Plt Rektor UHO.
“Wallahualam yah terkait informasi itu karena saat itu kami tidak diberi kewenangan atas kebijakan itu. Dan Data itu tidak melembaga, dan juga apakah saat itu data tersebut memang terformalisasi dalam satu kebijakan pengambilan keputusan terhadap lolos dan tidaknya mahaiswa kedokteran yah Wallahualam,” katanya.
Plt Rektor juga menyampaikan bahwa terkait informasi dari AMIN Sultra akan menjadi alasan pihak UHO untuk lebih sensitif lagi pada seleksi SMMPTN tahun 2026 yang tidak lama lagi akan dilakukan. Dan Plt Rektor telah mempersiapkan mekanisme untuk mengantisipasi titipan-titipan karena seleksi harus terbuka dan objektif.
“Mau anaknya siapa, dekan, sekretaris senat atau siapa kalua tidak memenuhi syarat yah tidak akan saya loloskan. Kita tidak boleh menunda rejeki orang, namun tentunya ada juga aturan internal kampus tentang afirmasi yang memperioritaskan anak dosen dan pegawai UHO itu sah namun tetap mengikuti seleksi yang ada,” tegasnya.





