PT UAM Akui Bau Busuk dari Pabrik, DLH Konawe: Pengelolaan Limbah Belum Maksimal

oleh -32 Dilihat
oleh
PT UAM Akui Bau Busuk dari Pabrik, DLH Konawe: Pengelolaan Limbah Belum Maksimal

Konawe, Britakita.Net

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe telah memastikan bahwa Bau busuk menyengat mengusik masyarakat memang berasal dari limbah PT Utama Agrindo Mas (UAM) di Desa Wawolahambuti, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sultra. Bahkan pihak PT UAM juga membenarkan bahwa aktifitas Pabrik Kelapa Sawit mereka memiliki dampak tersebut.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas (Kadis) DLH Kabupaten Konawe, Ilham Jaya saat melakukan melakukan kunjungan di PT UAM, Jumat (19/3/21) bersama jajarannya. Dimana Kadis menjelaskan bahwa kunjungan tersebut karena adanya laporan masyarakat yang merasakan bau menyengat akibat aktifitas PT UAM.

“Karena adanya laporan kami langsung berkunjung, dan melakukan pengecekan langsung atas laporan masyarakat,” katanya.

Lanjut Kadis saat berkunjung di PT UAM pihaknya langsung bertemu dengan Manajemen, dan pihak PT UAM membenarkan bahwa aktifitas pabrik tersebut memang menghasilkan bau busuk akibat pengelolaan limbah yang belum maksimal.

BACA JUGA :  Lestarikan Olahraga dan Pererat Silaturahmi, Pemdes Nii Tanasa Gelar Pordes

“Perusahaan akui ada bau, mereka punya bak pengelolaan limbah namun ada bakteri yang harus mengurai limbah itu belum maksimal sehingga bau itu masih ada. Dan kami akan rekomendasikan untuk segera mempercepat pemenuhan bakteri itu,” katanya.

Saat ditanya apakah DLH akan menghentikan sementara aktifitas Pabrik sembari pihak perusahaan memenuhi komponen pengelolaan limbah agar tidak lagi menghasilkan bau. DLH tidak menjawab dan hanya mengatakan pihaknya akan memberikan rekomendasi agar pihak perusahaan bisa dengan cepat memenuhi bakteri untuk mengurai limbah agar tidak menimbulkan bau lagi.

BACA JUGA :  Lukman Abunawas Dinobatkan Menjadi Raja Kerajaan Konawe di Pelataran Rujab, yang Disaksikan Pj Bupati Konawe dan Pj Gubernur

“Kami juga punya fungsi pengawasan, dan PT UAM ini masuk dalam pengawasan kami dan juga bukan hanya sekali ini saja kami berkunjung di PT UAM,” katanya.

Manager Pabrik PT UAM, Wasito yang juga dikonfirmasi dirinya mengakui aktifitas Pabrik memiliki dampak bau busuk akibat pengelolaan limbah yang belum maksimal. Hal tersebut dikarenakan bakteri yang dimiliki perusahaan untuk mengurai limbah belum berkembang biak dengan maksimal.

“Untuk pengelolaan limbah memang kami belum maksimal, khususnya dalam pemenuhan bakteri itu memang butuh waktu, dan tidak bisa cepat. Namun itu akan kami upayakan secepat mungkin agar tidak ada lagi bau dari aktifitas pabrik,” tutupnya.

Laporan: Ruddi

Editor: Amar