Kisah Mengharukan Fatimah, Dari Terlantar Kini Dapat Kasih Sayang Baru

oleh -428 Dilihat
oleh
Kisah Mengharukan Fatimah, Dari Terlantar Kini Dapat Kasih Sayang Baru
Momen penuh haru itu berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Jumat (17/4/2026).

Kendari, Britakita.net

Kisah mengharukan datang dari seorang balita bernama Fatimah Nur Cahaya yang kini mulai menemukan harapan baru dalam hidupnya. Setelah sempat terlantar dan menjalani perawatan panjang, Fatimah akhirnya mendapatkan kasih sayang dari keluarga orang tua asuh yang siap merawatnya dengan penuh cinta.

Momen penuh haru itu berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Jumat (17/4/2026), saat Pemerintah Kota Kendari secara resmi menyerahkan Fatimah kepada pasangan Laode Sadi dan Harita La Sae sebagai orang tua asuh sementara.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, yang turut menyaksikan langsung prosesi tersebut, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam melindungi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

“Ini bukan sekadar proses administratif, tetapi bagian dari tanggung jawab kemanusiaan kita bersama. Setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang, perlindungan, dan masa depan yang layak,” ujarnya.

BACA JUGA :  Temuan Penggunaan Dana Hibah Rp 11 Miliar KONI Sultra, Kadispora: Periode Selanjutnya Berpengaruh

Fatimah diketahui merupakan bayi terlantar yang telah melalui proses penanganan cukup panjang. Ia sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit PMCC hingga kondisinya dinyatakan sehat.

Setelah itu, Fatimah dititipkan di Sentra Meohai untuk pengasuhan sementara, sambil menunggu proses penetapan orang tua asuh yang dilakukan melalui tahapan seleksi dan asesmen ketat oleh Dinas Sosial.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Kendari, Husni Mubarak, menjelaskan bahwa penunjukan orang tua asuh tidak dilakukan secara sembarangan. Seluruh proses mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Kami memastikan bahwa keluarga yang ditunjuk benar-benar siap secara emosional, sosial, dan ekonomi, demi kepentingan terbaik bagi anak,” jelasnya.

BACA JUGA :  Dipenjara 357 hari, Direktur PT Roshini Indonesia Bebas Bersyarat dan Wajib Lapor

Sementara itu, Laode Sadi mengaku momen tersebut menjadi pengalaman emosional yang tidak akan dilupakan. Ia bersama keluarganya berkomitmen untuk merawat Fatimah seperti anak kandung sendiri.

“Ini amanah besar bagi kami. InsyaAllah kami akan memberikan kasih sayang dan pendidikan terbaik untuk Fatimah,” ungkapnya dengan haru.

Meski telah diserahkan kepada orang tua asuh, status pengasuhan Fatimah saat ini masih bersifat sementara. Penetapan secara permanen akan dilakukan melalui proses persidangan di pengadilan dalam kurun waktu tertentu.

Di usianya yang sekitar delapan bulan, Fatimah kini memasuki masa penting tumbuh kembang. Kehadiran keluarga asuh diharapkan mampu memberikan lingkungan yang hangat dan stabil, sehingga ia dapat tumbuh sehat, baik secara fisik maupun psikologis.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.