Habiskan Angaran Pembangunan Hingga Rp 40 Miliar, Pasar Sentral Bopinang Resmikan
- account_circle Admin Britakita.net
- calendar_month Sab, 13 Agu 2022
- visibility 1.218

Bombana, Britakita.net
Setelah dibangun sejak tahun 2020 lalu, dengan menyerap anggaran sebesar Rp 40 Miliar, Pasar Sentral Boepinang Kabupaten Bombana akhirnya diresmikan, Jumat (12 /8/ 2022).
Pasar Sentral Boepinang diresmikan langsung Bupati Bombana, Tafdil dengan penandatanganan plakat peresmian disertai kunjungan ke sejumlah lods.
Dalam sambutannya, Tafdil mengungkapkan, eresmian gedung pasar Boepinang ini merupakan upaya pemerintah Kabupaten Bomban dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Poleang melalui pembangunan sarana perdagangan.
“Pembangunan sektor perdagangan merupakan salah satu prioritas yang harus dikembangkan oleh pemerintah daerah yaitu dengan pembangunan pasar yang megah,” kata Tafdil.
Menurutnya, keberadaan pasar ini memililki fungsi dan peran yang sangat strategis, khususnya meningkatkan perdagangan dalam daerah.
“Kemajuan sektor ekonomi kerakyatan tentu di dukung dengan vasilitas memadai,dan bisa menjadi daya tarik konsumen lokal maupun dari luar daerah ,” kata Ketua DPD PAN Bombana tersebut.
Suami dari Anggota DPD RI Andi Nirwana Sebbu menjelaskan bahwa pembangunan pasar Bopinang mengunakan anggaran APBD yang bersumber dari dana pinjaman daerah.
Dengan dana sebesar ini diharapkan keberadaan gedung Pasar Boepinang dapat menjadi salah satu icon kemajuan pada bidang perdagangan dan pembangunan di Kabupaten Bombana.
“Yang tak kalah penting dalam pengembangan pasar Boepinang adalah bagaimana pengelolaannya, bukan siapa yang mengelolanya. Artinya bagaimana manajemen pengelolaannya sehingga bisa meningkatkan kualitas pasar Boepinang yang akhirnya juga menguntungkan pedagang,” tegasnya.
Tafdil juga menjelaskan, pengelola Pasar Boepinang harus fokus pada peningkatan mutu dan kualitas dagang yang diperdagangkan, termasuk ukuran, takaran, timbangan dan peralatannya (UTTP) yang memenuhi standar.
Jika semua ini dapat terlaksana dengan baik, maka pasar Boepinang diyakini kuat tidak akan kalah bersaing dengan pasar di Sulawesi Tenggara.
Dengan tata kelola yang baik dan menarik maka kesan pasar yang buruk akan berubah menjadi pasar yang bersih, sehat dan berdaya saing.
Diungkapkannya juga ,sebuah pasar harus ada tempat penampungan sampah dan sampah tersebut tidak menumpuk agar tidak menimbulkan aroma yang tidak sedap.
Aroma yang tidak sedap tentu akan membuat konsumen menjadi enggan untuk berbelanja, akhirnya pasar ditinggalkan konsumen. Demikian pula dengan penataan lokasi bagi para pedagang harus disesuaikan dengan jenis barang yang dijual.
“Jangan sampai antar pedagang yang satu dengan yang lainnya yang berbeda dagangannya dijadikan satu. Kondisi pasar yang sehat, nyaman dan aman, akan menarik masyarakat dari berbagai lapisan untuk berbelanja dipasar tradisional tersebut, tapi kalau pasar masih terkesan semrawut, kumuh, tidak nyaman maka akan ditinggalkan oleh konsumen,” ujarnya.
Dengan kondisi pasar yang baru terbangun, keinginan masyarakat untuk berbelanja dipasar semakin besar. Masyarakat lebih tertarik bertransaksi karena merasakan kenyamanan, keamanan, kebersihan dan kesegaran produk yang dijual.
Pasar yang telah dibangun hendaknya dapat dijadikan percontohan untuk pasar-pasar lain yang ada di Bombana ini. Dengan melakukan penguatan pasar-pasar maka dapat bermakna membantu masyarakat ataupun pedagang kecil.
“Hal ini sejalan dengan visi saya yaitu pembangunan yang berbasis ekonomi Kerakyatan ini kami lakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat pada umumnya,” terang Tafdil.
Pembangunan pasar yang dilakukan sebagai upaya pemerintah menyelamatkan pedagang dalam menghadapi persaingan, agar pasar tradisional maupun modern yang ada di Kabupaten Bombana mampu berdaya saing dengan pasar-pasar lain di masa-masa yang akan datang.
Untuk meningkatkan daya saing pasar mau tidak mau citra negatif yang ada di pasar harus diubah menjadi tempat belanja dengan konsep pasar ramah, bersih dan segar, ini merupakan tuntutan masyarakat sebagai akibat dari pergeseran pola belanja.
“Perlu juga saya sampaikan kepada para pengelola dan para pedagang pasar jagalah dan peliharalah sarana-sarana yang ada dalam lingkungan pasar ini sehingga menjadikan pasar ini, pasar yang aman, nyaman, bersih, dan asri. Tutup tafdil Bupati Bombana
Penulis : Fendi
- Penulis: Admin Britakita.net



