23.8 C
Kendari
Sabtu, Desember 3, 2022

Derita Warga Konkep: BBM Langka, Harga Eceran Naik Tak Terkira, “Surat Sakti” Disinyalir Jadi Penyebab

Konkep, Britakita.net 

Ratusan warga di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) menyerbu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Wawonii Barat, Jumat 13 Mei 2022.

Warga mendatangi dan memadati SPBU untuk mengantri bahan bakar minyak (BBM) setelah mengetahui datangnya pasokan BBM di SPBU tersebut.

Pasalnya, sejak sepekan silam BBM di daerah berjuluk Pulau Kelapa ini langka. Kelangkaan ini pun menyebabkan harga BBM eceran di kios-kios naik tidak terkira.

Harga BBM per botolnya yang awalnya dijual Rp 10 ribu, kini bahkan tembus hingga Rp 20 ribu per botolnya, diwilayah terpencil disinyalir bisa lebih mahal.

Andika (36) warga Desa Wungkolo yang ditemui BRITAKITA.net usai mengantri BBM mengaku bersyukur bisa mendapatkan BBM untuk motornya.

“Alhamdulillah ada me BBM masuk kasian, semoga tidak langka me ini BBM karena tau ji bela akhir-akhir ini BBM langkahnya,” kata Andika.

Menurutnya, akibat kelangkaan BBM yang melanda wilayah Konkep, dirinya menerima informasi jika di wilayah Kecamatan Wawonii Timur harga per liternya tembus Rp 40 ribu.

“Bahkan di kecamatan Wawonii Timur dan Utara itu mencapai harga 30 sampai 40 ribu perliter,” ungkap Andika.

Surat Sakti Disinyalir Jadi Penyebab

Kelangkaan BBM di SPBU di Pulau Wawonii menjadi derita yang dialami warga saat ini. Bahkan karena kelangkaan ini, banyak aktifitas ekonomi yang terhenti.

BACA JUGA :  Anggota DPRD Provinsi Sultra Serap Aspirasi Warga Desa Wawoone

Sejumlah warga yang ditemui BRITAKITA.net menduga pengisian BBM menggunakakan jerigen di SPBU menjadi penyebab stok BBM jadi lebih cepat habis.

Padahal, SPBU telah dilarang melayani pembelian BBM menggunakan jerigen sesuai Surat Edaran Menteri ESDM No. 13/2017 mengenai Ketentuan Penyaluran Bahan Bakar Minyak melalui Penyalur.

Namun untuk di Konkep, larangan tersebut rupanya tidak diindahkan. Dari penelusuran BRITAKITA.net, hal tersebut karena adanya surat rekomendasi.

Surat sakti berupa rekomendasi yang diduga bertentangan dengan SE Mentri ESDM tersebut konon dipegang para pembeli untuk bisa membeli BBM menggunakan jerigen di SPBU.

Hal itu juga dibenarkan salah seorang pengelola SPBU, Darsan yang menyebut masyarakat yang membeli BBM menggunakan jerigen memiliki rekomendasi dari pemerintah setempat.

“Ini yang datang beli BBM yang pake jerigen sudah ada rekomendasinya dari pemerintah dan kami juga tidak berani memberikan mereka BBM tanpa ada rekomendasinya mereka,” ungkap Darsan.

Namun, saat ditelusuri lebih jauh tentang surat rekomendari tersebut, Kabag Ekonomi Setda Konkep, Khaerullah membantah adanya surat tersebut.

Menurutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Konkep khususnya bagian ekonomi tidak pernah dan tidak mengetahui adanya surat rekomendasi bagi para pembeli BBM.

“Itu pemerintah setempat dari mana yang di maksud.? Dari Desa atau Kecamatan karena kalau pemda belum pernah mengeluarkan surat rekomendasi,” ungkap Khaerullah.

BACA JUGA :  Jual Tidak Pada Tempatnya, Pertalite di Konkep juga Dinaikkan Harganya oleh SPBU

Ia juga mengungkapkan, Pemda Konkep baru berencana mengeluarkan surat rekomendasi sebagai tata acuan dalam distribusi BBM agar merata dan tidak terjadi kelangkaan.

“Ini baru mau mengeluarkan surat rekomendasi di akibatkan kelangkaan BBM, dan berapa surat rekomendasi yang di keluarkan harus lengkap dengan izin usahanya karena untuk rekomendasi pembelian BBM dan berapa di butuhkan setiap pembeliannya,” kata Khaerullah.

Polsek Wawonii Persilahkan Masyarakat Melapor

Terkait kelangkaan BBM, Kepala Kepolisian sektor (Polsek) Wawonii, Iptu Kamaruddin, SH mengaku menerima banyak keluhan.

Salah satu keluhan yang diterimanya tersebut yakni adanya pembeli di SPBU yang menggunakan jerigen berukuran besar.

Meski demikian, menurutnya hal pembelian BBM mengunakan jergen dibolehkan apabila BBM tersebut diperuntukan pada para nelayan namun jumlahnya terbatas.

“Yang tidak bisa membeli BBM dengan mengunakan jergen dalam jumlah banyak dengan maksud BBM tersebut diperjual belikan lagi, itu sudah salah,” tegas Iptu Kamaruddin, SH.

Kamaruddin juga menegaskan, atas keluhan masyarakat, pihaknya telah memanggil penggelolah SPBU dan meminta untuk menjual BBM kepada masyarakat sebagai mana mestinya.

“Jelas kalau ada pelanggaran dan ada bukti memang harus dilapor,” tutup Iptu Kamaruddin, SH.

Laporan : Aan Ahmad

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!