25.6 C
Kendari
Minggu, Desember 4, 2022

Cerita Dhiya Ramadhani, Jadi Lulusan Terbaik UHO Berbekal Doa Orang Tua

Kendari, Britakita.net

Universitas Halu Oleo kembali meluluskan para wisudawan yang berkualitas dan mumpuni sebagai generasi penerus bangsa.

Salah satunya Dhiya Ramadhani, mahasiswa yang berhasil lulus dengan IPK 3,89 lama studi 3 Tahun 7 bulan sehingga dinobatkan sebagai wisudawan terbaik.

Dhiya Ramadhani dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pada acara wisudawa Program Doktor ke-31, Magister ke-60, Profesi Dokter ke-28, Provesi Apoteker ke-5, Sarjana ke-93 dan Pendidikan Vokasi ke-92, Periode Januari – April 2022.

Dhiya Ramadhani merupakan mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarkat, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UHO angkatan 2019.

Saat ditemui BRITAKITA.net, Ia mengaku, tidak menyangka bakal jadi wisudawan terbaik. Sebab selama menjalani perkuliahan dirinya tidak pernah berharap akan menjadi lulusan terbaik.

“Terharu, tidak disangka karna selama kuliah di UHO, tidak pernah berharap mau jadi wisudawan terbaik, jadi pas dikasi tau saya yang jadi wisudawan terbaik otomatis terharu,” ucapnya saat ditemui usai prosesi wisuda, Rabu 25 Mei 2022.

Perempuan yang akrab disapa Dhiya ini mengatakan, selama kuliah di UHO yang dirinya selalu berusaha memperhatikan kedisiplinan, menyelesaikan tugas yang diberikan dosen

BACA JUGA :  ITBM Wakatobi Tutup PKKMB dengan Bina Akrab  

“Selama kuliah, itu saya hadir terus, kerja tugas,” beber wanita kelahiran Kendari Tahun 2000 ini.

Dhiya juga mengaku, mood nya sempat berantakan saat penyusunan proposal, hal itu terjadi karna rasa malas menghampirinya.

Namun karna doa dan dukungan orang tua, dan anggota keluarga sehingga dirinya bisa melewati semua rintangan termasuk mood yang naik dan turun.

“Rentang proposal itu agak lama, karna disitu memang agak malas. Tapi Alhamdulilah karna niat dan dukungan keluarga bisa selesai dengan 3 tahun 7 bulan,” bebernya.

Menurutnya, hal utama yang harus dipegang oleh mahasiswa, khususnya mereka yang sedang berjuang menyelesiakan tugas akhir adalah berjuang melawan rasa malas.

“Rasa malas dan magernya kita itu harus dikurang-kurangi karna itu yang utama,” tutur alumni SMA 6 Negeri Kendari.

Usai menamatkan pendidikan di UHO, Dhiya bercerita jika dirinya berkeingnan untuk melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Gaja Mada (UGM) di Jogyakarta.

BACA JUGA :  Sikap Arogansi Oknum Security di IAIN Kendari Teriaki Mahasiswa "Anjing" 

“Insya Allah kalau ditakdir sama Allah mau lanjut S2 kalau bukan di UGM,” harapnya.

Diakhir ceritanya Ia berpesan untuk junior Kesmas, semoga bisa menjadi wisudawan terbaik untuk periode selanjutnya, dan jangan malas-malas, tetap semangat kuliahnya.

Di tempat yang sama, Farida Toasa yang mendengarkan keinginan anaknya Dhiya Ramadhani yang ingin melanjutkan pendidikannya di jenjang S2 merasa terharu.

“Itu memang yang kita inginkan kalau di mau dan mampu ya silahkan, kita sebagai orang tua siap mendukung baik itu dari segi materi maupun non materi selagi dia mau,” ucap Farida Toasa.

Kata dia, sebagi orang tua selelu menginginkan yang terbaik untuk anaknya dan Alhamdullial hari ini Dhiya Ramadhani bisa menunjukan itu.

“Doa-doa orang tua kalau dia sekolah, sekolah yang baik, berprestasi yang terbaik sudah itu yang kita idam-idamkan sebagai orang tua, dan alhamdulilah anak saya Dhiya Ramadhani bisa menjadi kebanggaan kami sekeluarga,” ucapnya.

Laporan: Rizal Saputra

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!