Buaya 3 Meter Kerap Muncul di Sekitar Pemukiman, Warga di Bantaran Kali Pohara Resah

oleh
Buaya 3 Meter Kerap Muncul di Sekitar Pemukiman, Warga di Bantaran Kali Pohara Resah
Pirman Saeho, saat menunjukan lokasi tempat buaya sering muncul, Foto: Ist

Kendari, Beritakita.net

Warga di bantran Kali Pohara, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) diresahkan dengan kemunculan buaya.

Setidaknya, sejak sebulan terakhir buaya yang diperkirakan memiliki panjang 3 meter tersebut kerap muncul di permukaan dekat pemukiman warga.

Bahkan, beberapa kali warga setempat digegerkan dengan penemuan seekor buaya yang tengah berkeliling di area pemukiman warga.

Reptil berdarah dingin tersebut sendiri kerap muncul pada siang atau malam hari. Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan warga yang tinggal di bantaran kali tersebut.

“Ini buaya sering muncul di sungai konaweha, bahkan ini buayanya sudah naik di darat, mungkin buayanya ini lapar mi,” ungkap Pirman Saehao salah seorang warga Desa Pohara via telepon, Selasa (1/3/2022).

BACA JUGA :  Bupati Konawe KSK Hadiri Expo dan Forum Indonesia Maju 2023

Pirman juga menceritakan, akibat buaya kerap muncul tempat beraktivitas warga di tepi kali, kini mulai ditinggalkan.

“kalau dulu belum ada buaya ini, memang masyarakat masih sering beraktifitas seperti mencuci, anak-anak sering main-main, ada yang memancing bahkan ada juga sebagian masyarakat menggunakan kali itu sebagai tempat pencahariannya seperti cari-cari pokea,” ungkap Pirman.

Dirinya berharap, kepada masyarakat maupun pemerintah untuk sama-sama mengantisipasi agar tidak ada korban terkaman buaya di Kali Pohara.

BACA JUGA :  Cabuli Keluarganya di Hotel Melati, Pria di Pondidaha Terancam 15 Tahun Penjara

“Kita antisipasi, takutnya jangan sampaia ada korban intinya saya menginginkan yang terbaiklah,” harapnya.

Terkait keresahan warga tersebut, Koordinator Pengamanan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSA) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ashar Ipu menegaskan, akan melakukan langkah pencegahan agar tidak ada korban.

“Nanti kami sampikan sama teman-teman untuk pasang papan imbauan, bahwa disitu daerah rawan buaya, supaya untuk menghindari aktifitas masyarakat disekitaran kali tersebut,” singkat Ashar.

Laporan: Rizal Saputra / Editor: Kang Up