28.3 C
Kendari
Rabu, November 30, 2022

Tagih Janji Kampanye, Bupati dan Wabup Wakatobi Didemo Pendukung Sendiri

Wakatobi, britakita.net

Merefleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Haliana dan Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud, Koalisi Parlemen Jalanan (KPJ) turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati, Selasa 5 Juli 2022.

Aksi tersebut, salah seorang yang mengaku sebagai pendukung Haliana dan Ilmiati Daud saat Pilkada lalu menyebut, kepemimpinan pasangan dengan akronim HATI itu gagal.

Menurutnya, banyak janji yang pernah dilontarkan saat kampanye, namun hingga sekarang belum ada satupun yang bisa direalisasikan.

“Saya adalah orang yang pernah mendukung Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada lalu, tetapi saya tidak bisa munafikkan bahwa hari ini, kepemimpinan Haliana dan Ilmiati gagal total,” teriak salah satu Orator, Emen Lahuda.

Ia menyebut, berbagai program unggulan yang sudah pernah diuji cobakan di beberapa dinas tidak ada satupun yang berhasil. Nilainya, mulai dari uji coba Udang Vaname hingga uji coba penanaman bawang merah sekarang tidak ada lagi berjalan sesuai harapan.

BACA JUGA :  Gubernur Sultra Bakal Wajibkan Instansi Pemerintah Gunakan Kendaraan Listrik

“Buktinya, udang Vaname yang dibangga-banggakan itu sekarang sudah tidak lagi berjalan. Begitupun dengan bawang merah, katanya sudah sampai mau diimpor. Toh sekarang juga sudah tidak berlanjut. Jelas ini pembohongan publik,” tudingnya.

Ia menduga, uji coba beberapa program tersebut hanya dijadikan lahan untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan kelompok hingga merugikan keuangan negara.

“Harusnya, uang sebanyak itu bisa berguna untuk hal yang lebih bermanfaat ke rakyat. Bukan masuk ke kantong orang-orang yang tidak bertanggung jawab,”umbarnya.

Orator lain dalam unjuk rasa tersebut menyebut, selain programnya belum ada yang berhasil, Haliana dan Ilmiati Daud juga dinilai tengah mempertontonkan kebobrokan dalam memimpin birokrasi.

BACA JUGA :  Sukseskan Rapimnas, Puluhan Pengurus DPD Gerindra Sultra Siap Berangkat ke Jawa Barat

Pasalnya, akibat rotasi Pegawai, Bupati Wakatobi sudah banyak mendapatkan teguran dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) akibat pelanggaran sistem merit.

“Bahkan hingga teguran KASN saja Bupati dan Wakil bupati Wakatobi tidak mau dengar, bagaimana bisa mau dengar keluh kesah masyarakat,”cetus Ane Safarudin.

Safar juga menilai kata perubahan yang digaungkan Haliana dan Ilmiati Daud bukan perubahan kearah yang lebih baik tetapi ke arah yang lebih buruk.

“Jadi Haliana tidak perlu bangga dengan kehadiran Jokowi beberapa waktu lalu bahwa seolah-olah itu karena dirinya. Kalau tidak ada infrastruktur bandara yang dibuat dimasa Hugua dan Arhawi, tidak mungkin tamu kemarin bisa datang, termasuk presiden,”sambungya.

Hingga demontrasi selesai, masa aksi tidak bisa menemui bupati dan wakil bupati karena dikabarkan masih berada di luar daerah.

Laporan : Samidin

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!