Rasakan Manfaat PT GKP, Masyarakat Roko-roko Minta Aktifitas Pertambangan Kembali Beroprasi

waktu baca 3 menit
Senin, 23 Okt 2023 12:52 0 1417 redaksi

Konkep, Britakita.net

Ratusan masyarakat  yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa dan Masyarakat Wawonii (PMMW) menggelar aksi damai di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan kantor Bupati Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Aksi dilakukan pada Senin, 23 Oktober 2023.

Koordinator Lapangan (Korlap) Andiman dalam aksinya meminta kepada pemerintah dan DPRD agar membuka ruang investasi di Konawe Kepulauan, baik investasi di sektor pertambangan maupun sektor lainnya.

“Wawonii, sangat membutuhkan investasi, karena tanpa investasi Kabupaten Konawe Kepualauan tidak akan bisa berkembang dan bersaing dengan Kabupaten lain di Sulawesi Tenggara, ” kata Andiman dalam aksinya.

Dengan kehadiran PT GKP, lanjut Andiman mengemukakan mampu menyerap tenaga kerja dan menimimalisasi angka pengangguran bahkan hal tersebut menurut dia sudah terbukti dengan kehadiran investasi di sektor pertambangan di Wawonii mampu menyerap ribuan tenaga kerja dan mayoritas tenaga kerja merupakan warga Wawonii.

Sementara itu, Marlion juga mengungkapkan bahwa masyarakat yang menghadiri aksi tersebut adalah masyarakat yang terkena dampak Perusahaan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) di berhentikan sementara waktu. Parahnya sejak awal bulan ini, lebih dari 600 orang terkena efisiensi akibat kegiatan operasional PT GKP terhenti untuk sementara waktu.

“Dampak dari terhentinya kegiatan operasional GKP, sangat dirasakan oleh masyarakat Wawonii. Ratusan warga tidak lagi bisa bekerja. Dampak sosial ekonomi di masyarakat juga sangat terasa. Terutama bagi pelaku usaha kecil menengah di sekitar daerah tambang. Warung-warung sepi, pendapatan masyarakat menurun, kost kosan dan rumah kontrakan yng selama ini ramai sepi tidak ada penghuninya lagi, ” jelas Marlion.

Di gedung kantor DPRD Konkep, masa aksi di sambut ketua komisi II Yakub. Salam sambutannya menyatakan bahwa hal tersebut mendukung penuh kegiatan pertambangan yang berada di Roko-Roko, tetapi hal tersebut mengingat bahwa RTRW Konkep masih dalam revisi.

“Kami Dari DPRD Tidk membiarkan  masyrakat jalan sendiri kami DPRD akan membantu menyuarakan suara rakyat,” kata Yakub.

Sementara di kantor Bupati masa aksi di sambut Wakil Bupati Konawe Andi Muh Lutfi. Dia menyatakan hal tersebut harus melakukan perubahan atau revisi Kabupaten RTRW Kabupaten.

“Hal tersebut kami dari Pemda dan DPRD akan mempasilitasi kepada pihak terkait tentang pemutusan tenaga kerja,” kata Andi Muh Lutfi.

Olehnya itu, orang nomor 2 di Konkep itu berharap agar masyarakat Konkep sehat selalu dan sejahtera. “Pemerintah Daerah hari ini menyatakan mendukung investasi yang berada di Kabupaten Konawe Kepulauan. Terbukti bahwa pemerintah menandatangani MoU kerja sama dengan pihak GKP,” pukas Wakil Bupati.

Untuk di ketahui, dalam aksi tersebut terdapat lima poin tuntutan massa, berikut pernyataan sikap persatuan mahasiswa masyarakat Wawonii

1. Mengecam masyarakat yang selalu mengatasnamakan masyarakat  dan menolak kehadiran investasi pertambangan di pulau Wawonii.

2. Mendukung penuh investasi pertambngan dan investasi lainnya serta mendukung RT/RW Konkep nomor 02 tahun 2021.

3. Mendukung penuh agar PT GKP harus kembali beroperasi

4. Menuntu Pemda dan DPRD Konkep harus membuka lapangan kerja  bagi masyarakat.

5. Pemda harus memikirkan nasib karyawan yang terkena PHK akibat dihentikannya kegiatan operasional GKP. Yang jumlahnya lebih dari 1000 orang. (Rilis)

Penulis : Aan Ahmad
Editor : Red

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




LAINNYA
error: Content is protected !!