Menjaga Ketahanan Pangan, Konawe Canangkan One Day No Rice

oleh
oleh
Menjaga Ketahanan Pangan, Konawe Canangkan One Day No Rice
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muh. Akbar

Konawe, Britakita.net

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe mulai menerapkan program gerakan “One Day No Rice” (satu hari tanpa nasi). Kebijakan itu ditempuh dalam rangka menjaga ketahanan pangan. Program tersebut dimaksudkan agar masyarakat tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok saja (beras) dan terdorong untuk mengonsumsi bahan pangan lainnya (ubi, jagung, talas) sebagai pengganti makanan pokok yang selama ini dikonsumsinya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muh. Akbar menuturkan, saat ini pihaknya tengah mencanangkan program diversifikasi pangan. Salah satu bentuk aksi dari program tersebut adalah one day no rice atau sehari tanpa nasi.

Maksudnya lanjut Akbar, program sehari tanpa beras itu adalah aksi menganti pangan yang dikonsusmsi sehari-hari (beras) dengan pangan pengganti lainnya, seperti sagu, ubi dan jagung. Menurut Akbar, di Konawe menyediakan semua pangan pengganti beras, sehingga program sehari tanpa beras bakal terlaksana.

BACA JUGA :  Realisasikan Dana Desa 2021, Pemdes Ulu Lalimbue Bangun Drainase

“Untuk masyarakat kita di Konawe, program seperti ini sudah memasyarakat. Misalnya warga sudah banyak mengkonsumsi sagu. Makanya sosialisasinya akan lebih mudah,” jelasnya.

Akbar menjelaskan, sebelum tahun 80-an, orang tua di Konawe sudah menggunakan sagu dan ubi sebagai makanan pokok. Hadirnya program transmigrasi dan dibukanya lahan petanian (padi) membuat pergeseran produksi yang membawa Konawe sebagai daerah lumbung pangan.

“Meski sebagai lumbung beras, Konawe juga tetap menjadi lumbung sagu. Di sisi lain, di Konawe juga tersedia pangan lainnya seperti jagung, ubi dan talas. Makanya banyak pangan alternatif di sini,” jelasnya.

Mantan Ketua Asosiasi Camat se-Kabupaten Konawe itu menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melaunching demplot pengembangan sagu yang baru. Demplot tersebut bertempat di Kecamatan Puriala.

BACA JUGA :  Tunjukkan Kekompakan, Usai Upacara Bendera HUT RI ke 77 Pemerintah Kecamatan Kapoiala Lakukan Molulo Bersama

“Sebelumnya kita sudah punya tempat pengolahan sagu di Besulutu. Dan itu sudah dikunjungi FAO (organisasi pangan dunia). Nanti akan ada lagi demplot pengembangan sagu di Sonai,” katanya.

Akbar mengungkapkan bahwa belum lama ini ia bersama Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar video conference bersama Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo di kantor Dinas Ketahanan Pangan Konawe.

“Video conferencenya digelar secara serentak se-Indonesia. Kegiatan tatap muka jarak jauh itu dilakukan dalam rangka gerakan diversivikasi pangan,” pungkasnya.

Laporan: Farhan
Editor: Amar