Konawe, Britakita.id
Pemilu 2019 telah usai. Namun pasca pesta rakyat itu masih ada saja isu – isu yang bertentangan dengan hukum seperti isu gerakan kedaulatan rakyat atau people power. Dimana gerakan tersebut akan memicu keributan yang akan memimbulkan keresahan ditengah-tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe, Ahmad Lita yang di temui diruang kerjanya. Dirinya menyampaikan mewakili tokoh agama Sekabupaten Konawe memastikan tidak mendukung people power atau gerakan kedaulatan rakyat. “People power itu hanya memprovokasi warga saja,” ujarnya.
Dirinya menghimbau kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, untuk tidak terprovokasi tentang isu people power saat ini
” Sejauh ini Alhamdulillah pasca pemilu tgl 17 April 2019 lalu Kabupaten Konawe masih aman dan kondusif yah, terkait dengan adanya isu isu seperti itu kami selalu menghimbau kepada masyarakat agar tetap menunggu hasil akhir dari KPU RI ” ucap Ahmad Lita kepada britakita.id
Lanjut Ahmad di setiap kegiatan Kepala Kemenag Konawe, pihaknya selalu mengajak atau mengundang para tokoh agama, adat, Sekabupaten Konawe untuk berdialog tentang kebangsaan
” Di setiap kegiatan itu kami selalu mengundang tokoh masyarakat dan tokoh agama. untuk turut serta mengambil peran masing dalam dalam mengupayakan agar Kabupaten Konawe tetap kondusif ketika pemilu dan pasca pemilu nanti nyaa “ujarnyaa
Olehnya itu dirinya sangat yakin bahwa di Kabupaten Konawe tidak ada namanya people power. Karena masyarakat Konawe sangat tidak menginginkan adanya perpecahan antara sesama masyarakat pasca Pemilu 17 April 2019 lalu.
Laporan: Muhammad Andry






