Konawe, Britakita.id
Keberadaan koperasi di dalam kawasan Pabrik Smelter PT Virtu Dragon Nikel Industri (VDNI) dinilai dalam mematikan pedagang yang memiliki lapak atau kios di luar kawasan pabrik. Pasalnya koprasi yang memiliki lapak tersebut menjual segela kebutuhan bahan pokok seperti sembilan bahan pokok bahkan rokok bermerek Cina dijual bebas di Koperasi tersebut.
Informasi yang dihimpun britakita.id Koperasi tersebut dimiliki oleh salah seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Cina. Dimana dalam lapak tersebut tenaga lokal dipekerjakan sebagai penjaga lapak atau kios untuk melayani para pembeli.
Jum salah seorang pedagang yang mempunyai kios diluar kawasan Pabrik Smelter mengaku kecewa dengan keberadaan lapak koperasi didalam kawasan PT VDNI. Pasalnya lapak tersebut tentunya akan mengancam keberadaan kios-kios yang berada diluar kawasan pabrik. “Pasti akan mempengaruhi jualan kami. Karena sudah ada penjual juga didalam Pabrik, seharusnya pihak perusahaan tidak usah buka seperti itu, karena pasti kami penjual diluar akan terganggu,” katanya.
Hal yang sama diungkapkan Junaidi yang juga berjualan di luar kawasan pabrik, dimana dirinya mengatakan keberadaan lapak didalam kawasan pabrik berpotensi menurunkan pendapatan kios-kios yang berada diluar kawasan pabrik.
” Itu isinya kaya supermarket lengkap, kami pasti terancam, biasanya mereka bila ada pertemuan didalam mereka datang beli ke kami. Sekarangkan mereka sudah punya kios sendiri jadi beli disitu saja, ditambah lagi mereka jual rokok merek cina setahu saya itu dilarang,” tutupnya.
Laporan: Adam
Editor: Ruddi






