Breaking News
light_mode
Beranda » Sultra » Konawe » Kepala Pertanahan Konawe Tepis Isu Ada Mafia Tanah di BPN

Kepala Pertanahan Konawe Tepis Isu Ada Mafia Tanah di BPN

  • account_circle Admin Britakita.net
  • calendar_month Kam, 25 Agu 2022
  • visibility 563

Unaaha, Britakita.net

Kepala Pertanahan Konawe Muhammad Rahman menegaskan tidak ada oknum BPN Kabupaten Konawe yang Terlibat dalam mafia tanah khususnya di lokasi rencana pembangunan bendungan Pelosika di Desa Ambondia, Kecamatan Asinua, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (24/8/2022).

Rahman menjelaskan, mafia tanah itu adalah sekelompok orang maupun kelompok yang melakukan pemufakatan jahat dengan objek berupa aset tanah milik orang lain.

“Disini saya nyatakan tidak ada pemufakatan jahat tersebut, berdasarkan hasil penelusuran kami terhadap tanah di Desa Ambondia memang ada beberapa nama orang BPN yang mendapatkan sertipikat. Tetapi itu murni dari hasil pembelian yang diperoleh dengan ititikad baik bukan dari cara merampok atau mencaplok punya orang dan tidak langsung punya tanah disana,” ungkapnya.

“Bahkan mereka dalam hal ini para penjual tanah siap hadir di Rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Provinsi Sultra nantinya. Saya menghimbau juga kepada masyarakat untuk tidak terlalu gampang mengeluarkan statemen terkait mafia tanah,” sambungnya.

Dihadapan awak media, Rahman menegaskan bahwa jika ada oknum BPN Konawe yang terlibat dalam dugaan mafia tanah, Kementerian ATR/BPN tidak akan segan untuk memberikan sangsi terberat terhadap oknum tersebut.

“Pak Menteri Hadi Tjahjanto mempunyai komitmen kuat untuk memberantas mafia tanah di seluruh Indonesia termasuk jika itu terjadi di Kabupaten Konawe karena itu perintah langsung Bapak Presiden kepada beliau,” tegasnya.

Selanjutnya, Rahman menjelaskan bahwa ada yang menyebut ada oknum BPN menerbitkan sertifikat dalam kawasan hutan lindung itu tidak benar adanya. Bahkan dirinya sudah mengecek secara langsung data sertifikat tanah yang diterbitkan di Desa Ambondia.

“Jadi tidak ada penerbitan sertifikat tanah di kawasan hutan lindung yang dikeluarkan BPN Konawe,” jelasnya.

Rahman bilang, bila penerbitan sertifikat tanah masuk dalam kawasan hutan maka sudah pasti tidak akan dilanjutkan prosesnya. Oleh karena itu, terkait tuduhan Aliansi Masyarakat Asinua Menggugat (AMAM) bahwa BPN menerbitkan sertipikat dalam kawasan hutan adalah tidak benar dan penuh kebohongan.

“Saya berharap mereka mempunyai data yang saya tandatangan sertipikat berada dalam kawasan hutan yang bisa ditunjukkan pada saat RDP nanti, jika mereka tidak menunjukannya maka itu adalah suatu fitnah yang keji,” katanya.

“Saya mencoba melihat bahwa apa yang terjadi di Desa Ambondia ini adalah konsekuensi atas adanya rencana pembangunan Bendungan Pelosika yang sedikit hari lagi akan memasuki tahap pelaksanaan pengadaan tanahnya dan ganti rugi, sehingga muncullah beberapa persoalan terkait sengketa pertanahan khususnya kepemilikan dan penguasaan tanah di sana,” ucapnya.

Rahman menambahkan, bahwa ada oknum BPN bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dan Lurah Ambondia dalam menerbitkan Surat Keterangan Tanah (SKT), adalah tidak benar dan pernyataan menyesatkan.

Kalo ada proses sertipikat di BPN itu karena sudah memenuhi persyaratan khususnya bukti kepemilikan tanah. SKT itu hanya sebagai dokumen tambahan bagi BPN, tetapi bukan itu yang menjadi dasar lahirnya sertipikat.

“Janganlah orang BPN turun mengukur tanah berdasarkan penunjukan si pemohon sertipikat kemudian anggota saya dituduh bekerjasama. Saya harap AMAM memberikan pernyataan yang wajar wajar sajalah, yang dapat dipertanggungjawabkan, tidak menyakiti hati banyak orang,” tambahnya.

Sehubungan rencana DPRD Provinsi Sulawsei Tenggara untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), pihaknya sangat mendukung hal tersebut dan siap hadir kapan saja.

Supaya masyarakat atau lembaga khususnya dari Aliansi Masyarakat Asinua Menggugat (AMAM) tidak terlalu gampang mengeluarkan pernyataan yang sifatnya mendeskreditkan BPN Konawe dengan kata kata mafia tanah.

“Saya berharap betul agar kondusifitas masyarakat di lokasi rencana Pembangunan Bendungan Pelosika benar-benar dijaga, dan kami pastikan dan berjanji jika sudah pada tahap pelaksanaannya dimana BPN sebagai Ketua Panitia Pengadaan Tanah akan bekerja dengan transparan, terbuka dan tidak ada hak-hak masyarakat yang terzalimi,” tandasnya.

Laporan Redaksi

  • Penulis: Admin Britakita.net

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Hari Ditutup, Puskesmas Wangi-wangi Kembali Dibuka

    Empat Hari Ditutup, Puskesmas Wangi-wangi Kembali Dibuka

    • calendar_month Jum, 16 Okt 2020
    • account_circle redaksi
    • visibility 793
    • 0Komentar

    Wakatobi, Britakita.Net Puskemas Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi terpaksa harus menutup selama Empat hari pelayanannya, akibat Tujuh Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskemas Suspec Covid-19. Hal tersebut diungkapkan Kepala Puskesmas (Kapus) Wangi-wangi, Harumasi saat dikonfrimasi Britakita.Net yang mengatakan sejak 13 Oktober hingga 16 Oktober Puskesmas tersebut tidak melayani masyarakat akibat Tujuh Nakesnya Suspec Virus Corona. “Awalnya tiga hari kami […]

  • Warga Numana Wakatobi Adukan Rusaknya Area Budidaya Rumput Laut, Diduga Akibat Tambang Pasir

    Warga Numana Wakatobi Adukan Rusaknya Area Budidaya Rumput Laut, Diduga Akibat Tambang Pasir

    • calendar_month Sen, 30 Mei 2022
    • account_circle Admin Britakita.net
    • visibility 1.007
    • 0Komentar

    Wakatobi, Britakita.net Warga Desa Numana, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi mengadukan rusaknya kawasan pesisir di desa tersebut, diduga akibat penambangan pasir. Pasalnya, akibat kerusakan kawasan pesisir tersebut, warga yang umumnya petani rumput laut tidak bisa menjalankan budidaya komoditas unggulan tersebut. Masalah ini diadukan pada Wakil ketua DPRD Kabupaten bupaten Wakatobi, La Ode Nasrullah saat menggelar […]

  • Niat Bangun Kampung, Tentara Aktif Kodim 1417/Kendari Terpilih Menjadi Kades Puuloro

    Niat Bangun Kampung, Tentara Aktif Kodim 1417/Kendari Terpilih Menjadi Kades Puuloro

    • calendar_month Sel, 20 Des 2022
    • account_circle redaksi
    • visibility 1.376
    • 0Komentar

    Konawe, Britakita.net “Kalau bukan kita siapa lagi yang mau membangun Desa kita,” Ujar Sardin Beemu seorang Tentara Aktif berpangkat Pembantu Letnan Dua (Pelda) yang masih berdinas di Kodim 1417/Kendari dan terpilih menjadi Kepala Desa (Kades) Puuloro, Kecamatan Sampara, kabupaten Konawe. Saat mengikuti pelantikan 166 Desa terpilih pada Pilkades Serentak Oktober lalu dan dilantik langsung oleh […]

  • 20 Perusahaan Sudah Bangun Tenan di Rebana, JICA Rancang Aerocity

    20 Perusahaan Sudah Bangun Tenan di Rebana, JICA Rancang Aerocity

    • calendar_month Sel, 1 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 492
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG – West Java Investment Summit (WJIS) memiliki andil besar dalam mempromosikan kawasan peruntukkan industri (KPI) di Rebana. Terkini, sebanyak 20 perusahaan sudah mulai masuk untuk ikut andil membangun kawasan Aerocity Rebana. Kepala Badan Pengelola Rebana Bernardus Djonoputro mengatakan, 20 perusahaan itu mulai membangun proyek mereka tersebar di 13 KPI yang sudah dicanangkan di […]

  • Pemkab Konawe Siapkan Pestisida Untuk Para Petani

    Pemkab Konawe Siapkan Pestisida Untuk Para Petani

    • calendar_month Rab, 9 Mar 2022
    • account_circle redaksi
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Konawe, Britakita.net Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) saat ini sedang menyiapkan pemberian bantuan pestisida secara gratis kepada petani. Kepala Dinas TPHP Konawe Konawe, Gunawan Samad mengatakan, bantuan pestisida pembasmi hama ini adalah upaya dalam mengantisipasi dan meminimalisir serangan hama pada sawah milik petani. Antisipasi ini dilakukan mengingat musim […]

  • Bekuk Tiga Pengedar Narkoba, Polda Sultra Sita 1 Kg Sabu-sabu

    Bekuk Tiga Pengedar Narkoba, Polda Sultra Sita 1 Kg Sabu-sabu

    • calendar_month Kam, 27 Jan 2022
    • account_circle Admin Britakita.net
    • visibility 2.479
    • 0Komentar

    Kendari, Britakita.net  Tim Opsnal Unit 1 Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menangkap tiga pengedar narkotika jenis sabu-sabu. Ketiga pengedar yang ditangkap yakni Angga Bin Esron (26), Muhammad Faisal Bin Muhammad Isdan (29 dan Muhardinal Alias Inal (32). Dalam penangkapan  tersebut disita barang haram jenis sabu-sabu seberat 1 Kilogram, dari […]

expand_less