25.6 C
Kendari
Minggu, Desember 4, 2022

Dua Tahun Jadi Korban Predator Seksual, Remaja di Baubau Trauma Berat, Petugas UPTD PPA Dituding “Tutup Mata”

Kendari, Britakita.net

Remaja berinisial Y, kini hanya bisa mengurung diri di rumahnya. Keceriaan dan keriangannya telah hilang dari hari-harinya.

Y merupakan korban predator seksual yang selama dua tahun diperkosa pelaku IR, tindakan keji yang dilakukan dengan ancaman.

Atas musibah yang dialaminya itu, kini Y mengalami trauma berat, dan membutuhkan pendampingan psikologi yang serius.

Kasus ini sendiri kini telah ditangani aparat kepolisian sejak terbongkar awal April 2022 lalu. Pelaku IR yang kini kabur masih terus diburu aparat.

Meski kasus ini sudah ditangani aparat kepolisian, namun kuasa hukum korban Safrin Salam mengaku kecewa karena Y belum mendapatkan pendampingan psikologis.

Menurutnya, Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Baubau seharusnya segera memberikan pendampingan.

BACA JUGA :  Dihantam Suami Pakai Balok Kayu, Seorang Istri di Kolaka Alami Patah Tulang

“Menurut saya UPTD PPA Baubau, masih belum melaksanakan kewajibannya, korban sampai detik ini belum mendapatkan pendampingan psikologis,” ungkap Safrin Salam, Sabtu, 30 April 2022.

Safrin menegaskan, UPTD adalah lembaga perlindungan untuk perempuan dan anak, yang seharusnya tidak mempersulit korban mendapatkan hak-haknya.

Ia juga menyebut, pengelola UPTD PPA seakan “tutup mata” dan tidak menunjukan empati terhadap pengembalian hak-hak kesehatan korban.

Padahal, pendampingan psikolog klinis sebagai salah satu kewajiban yang melekat pada UPTD PPA sehingga harus mereka penuhi kepada korban.

“Harus ada tindaklanjutnya kepada pemenuhan hak-hak korban bukan sebaliknya kami diminta untuk melapor seperti layaknya mengadu di kepolisian,” tegas Safrin Salam

BACA JUGA :  Tiga Hari Hilang, Jasad Nelayan Asal Konsel Ditemukan Terapung di Laut

Dia juga menyesalkan ketiadaan empati petuga Dinas PPA Kota Baubau yang malah meminta korban bolak-balik membuat laporan.

“UPTD harus bisa menunjukan empati terhadap korban dan keluarga yang saat ini digrundung kegundahan, kerugian secara psikis dan fisik dan masih banyak lainnya, bukan memperhadapkan kami dengan membuat laporan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD PPA Kota Baubau, Mardiana Aksa menduga ada kesalapahaman antara keluarga dan pihaknya dalam penanganan kasus tersebut.

Namun Mardiana berjanji akan mendatangi rumah korban untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

“Besok kami akan ke rumah korban untuk menjelaskan misnya di mana,” pungkasnya.

Laporan: Adh / Editor: Up

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!