Dampak El-Nino, Pj Bupati Konawe Akan Keluarkan SK Tanggap Darurat Bencana

oleh
oleh
Dampak El-Nino, Pj Bupati Konawe Akan Keluarkan SK Tanggap Darurat Bencana
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Kendari, Britakita.net

Dampak El-Nino dapat menyebabkan kekeringan, berpotensi mengurangi persediaan air untuk rumah tangga dan pertanian serta meningkatkan potensi kebakaran semak, hutan, lahan dan perumahan.

Meminimalisir dampak resiko tersebut Penjabat (Pj) Bupati Konawe Harmin Ramba Minggu ini segera mengeluarkan Surat Keputusan Bupati tanggap darurat terkait El Nino.

“Dampak El Nino di Konawe sudah terjadi, insyaallah satu dua hari ini, saya segera mengeluarkan surat keputusan tanggap darurat bencana,” kata Harmin Ramba, kepada media ini Rabu (4/10/23).

Harmin Ramba juga menyampaikan kabar baik, atas kunjungannya di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat di Jakarta, bahwa Konawe akan mendapatkan program bantuan penanggulangan bencana tahun 2023 ini.

BACA JUGA :  Moment HUT RI 78, Pemkab Konawe Hibahkan Kendaraan Dalmas Untuk Polres Konawe

“Alhamdulillah hasil pertemuan saya bersama Direktur Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Bapak Johny Sumbung, Kabupaten Konawe akan mendapatkan bantuan penanggulangan Bencana Tahun 2023 sebesar Rp 15 Miliar,” ungkapnya.

Pj Bupati Konawe juga berharap kepada OPD teknis terkait kebencanaan agar respon lebih cepat hasil pertemuan dengan BNPB.

“Untuk OPD terkait, agar gercep merespon hasil pertemuan dengan salah satu direktur di BNPB hari ini, jangan bekerja setelah ada bencana, atau antisipasi sebelum ada bencana, itu intinya,” tegas Harmin Ramba.

BACA JUGA :  Perpanjangan Visa TKA PT OSS Dilakukan di Pabrik, Morosi Mepokoaso: Kami Duga Imigrasi Dapat Keuntungan

Sebelumnya, terkait antisipasi musim kemarau dan El Nino, Kementan melalui surat Nomor : 49?SR.140/M/03/2023, telah mengeluarkan perintah kepada seluruh gubernur yang bersifat sangat segera.

 

Hal ini berkaitan fenomena el Nino lemah yang terjadi pada pertengahan 2023. Fenomena ini diprediksi menyebabkan musim kemarau 2023 lebih kering dibandingkan musim kemarau tiga tahun terakhir.