Kendari, Britakita.net
Pengangguran, butuh makan tapi malas kerja cari uang, begitulah kiranya gambaran tentang pemuda bernama La Ode Abdul Kadir (19).
Tapi, tidak hanya nganggur dan malas, Kadir juga rupanya pribadi yang emosional dan ringan tangan, serta tukang memalak.
Bukti nyata dari kepribadiannya yang buruk tersebut, adalah Dwi Prasetyo (24) yang harus dirawat intensif di RS akibat ulah Kadir.
Dwi yang seharinya bekerja sebagai tukang parkir di Pasar Panjang ini dirawat di RS akibat tebasan parang di bagian punggung.
Dwi ditebas Kadir saat tengah bekerja mengatur parkir di Pasar Panjang, Kelurahan Bonggoea, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari.
Penyebabnya sepele, Kadir yang lapar mendatangi dan memalak Dwi sebesar Rp 50 ribu, untuk membeli makan, namun Dwi menolak.
“Kadir membawa parang mendatangi korban untuk meminta uang, lantaran tidak diberi uang, tersangka Kadir menebas Dwi,” Kabag Ops Polres Kendari, AKP Bahtiar.
Untungnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kendari langsung bergerak cepat meringkus Kadir, setelah kejadian.
AKP Bahtiar mengungkapkan, kepada penyidik Kadir mengaku sakit hati karena tidak diberi uang untuk membeli makan dan obat.
“Pelaku sakit hati sehingha mengayunkan sebilah parang kepada korban sebanyak dua kali,” ungkap AKP Bahtiar.
Usai diringkus, Kadir kini harus mendekam dan merasakan dinginnya lantai Sel Mapolres Kendari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Atas kejadian tersebut pelaku dikenakan Pasal 351 Ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dengan hukuman penjara maksimal 2 tahun 8 bulan.
Laporan: Adh/Editor: Upik





