Tipu Muslihat Oknum Polisi di Kendari, Rayu IRT ke Penginapan dan Nyaris Diperkosa

oleh
oleh
Tipu Muslihat Oknum Polisi di Kendari, Rayu IRT ke Penginapan dan Nyaris Diperkosa
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Kendari, Britakita.net

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kini sedang membangun kembali kepercayaan Publik terhadap Citra Kepolisian, namun sayanya selalu ada saja ulah-ulah Oknum Polisi yang terus menyudutkan Polri di mata Publik. Salah satunya yang baru-baru ini Viral di Kota Kendari cerita seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Bau-bau yang diajak oleh Oknum Polisi Berinisial A di sebuah Penginapan dan nyaris memerkosa IRT tersebut.

IRT yang tak ingin disebutkan identitasnya itu menceritakan, awalnya dirinya bertemu oknum polisi inisial A itu di Baruga pada saat event balap motor beberapa waktu lalu. Setelah itu, oknum polisi itu kemudian menghubungi korban melalui pesan whatsApp untuk bertemu di taman eks MTQ Kendari. Saat itu korban tidak meresponsnya.

Lebih lanjut, saat korban ke di Kota Bau-bau pelaku kembali menghubungi korban dan menyampaikan bahwa dirinya juga berada di Bau-bau sedang tugas.

“Sekitar jam 9 pagi dia chat saya dia, di bau-bau ada agenda pengawalan. Dan ajak keluar dia suruh saya jemput tapi saya bilang tidak ada kendaraanku, lalu dia dia jawab oh iya okemi tidak apa-apa,” jelasnya

BACA JUGA :  Jatanras Polda Sultra Gulung Pencuri Motor, 12 Unit Kendaraan Diamankan 

Beberapa hari kemudian, oknum polisi itu kembali menghubungi korban bahwa dirinya akan pulang ke Kota Kendari pada esok hari, dan mengajaknya di Penginapan. Oknum Polisi tersebutpun melakukan tipu muslihat kepada IRT tersebut agar menerima ajakannya ke penginapan.

“Dia wa dia bilang saya mau pulang, kita tidak mau ketemu saya kah?, saya bilang kapan rencana mau pulang? dia jawab kalau bukan besok, lusa, kebetulan ini malam tidak ada kegiatanku kalau ada waktunya kita datangpi kita ketemu membahas pekerjaan ,” kata dia lagi.

Oknum polisi itu kemudian kembali memaksa korban untuk bertemu. Setelah itu korban kemudian ke tempat pelaku di salah satu penginapan di Kota Bau-bau. Setibanya korban, oknum Polisi kemudian menyuruh korban masuk dan mengunci pintu hingga akhirnya korban nyaris di perkosa.

“Dia suruh saya masuk pas di dalam dia mau kasih rapat pintu, lalu dia mau peluk saya, langsung saya bilang jangan, tolong tetap disitu jangan dekati saya. Saya bilang jangan seperti itu saya tidak bisa saya begini,” bebernya.

Karena takut, korban kemudian memberontak lalu kabur meninggalkan oknum polisi itu.

BACA JUGA :  Anggota Polda Sultra Jadi Korban Penganiayaan OTK 

“Langsung tiba-tiba terpikir saya tidak harusnya ada disitu dalam keadaan berdua seperti ini langsung saya keluar dan pulang,” ungkap dia lagi.

Korban yang juga seorang ibu rumah tangga kemudian pulang. Tetapi saat itu dia tidak menceritakan hal itu ke Suaminya karena takut.

Keesokan hari, dia menceritakan tentang apa yang dialami ke suaminya. Suaminya yang tidak menerima itu akan melaporkan kasus ini ke Polda Sultra.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol. Eko Widiantoro, yang menerima informasi tersebur menegaskan bahwa setelah laporan diterima, pihaknya segera mengambil langkah-langkah investigasi untuk mengungkap kebenaran di balik pemberitaan ini.

“Kami sangat serius menangani kasus ini. Jika terbukti, kami akan mengambil tindakan tegas terhadap anggota yang terlibat, karena hal ini dapat mencoreng citra institusi kepolisian,” ujar Kapolresta dalam keterangan Persnya Senin (3/2/2025).

Polresta Kendari juga memastikan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur. Pihak kepolisian juga memberikan jaminan perlindungan bagi korban dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keadilan.