Anggaran Rp 18 Miliar Jalan di Konawe Rusak, Kadis Bina Marga: Masih Pemeliharaan

oleh
oleh
Anggaran Rp 18 Miliar Jalan di Konawe Rusak, Kadis Bina Marga: Masih Pemeliharaan

Kendari, Britakita.net

Proyek pengaspalan jalan poros Mataiwoi-Abuki menelan anggaran kurang lebih Rp 18 miliyar (DAK) dengan panjang 4.5 kilometer dari Desa Arubia Jaya hingga di Desa Epeea, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe terus mengalami kerusakan.

Mulai dikerjakan pada Juni 2023 oleh PT Elfatih Arsa Putra, jalan yang menjadi gawean Pemprov Sulawesi Tenggara tersebut bukannya mulus malah bergelombang penuh tambalan. Tak heran dugaan korupsi pun mencuat dari proyek ini.

Pada tanggal 14 April 2024, Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra Dr. Ir. Pahri Yamsul, M.T menuturkan, telah melakukan monitoring di lokasi tersebut. Hasil indentifikasi mereka diketahui bahwa tingkat kerusakan pada pekerjaan tersebut hanya sekitar 0.3 persen.

“Tingkat kerusakan sedikit sekali, presentasenya sedikit. Sehingga ruas jalan yang sudah digaris-garis adalah hasil analisis teknis kami yang akan diperbaiki kembali karena memang itu yang mengalami sedikit kerusakan,” tutur Pahri Yamsul beberapa waktu lalu.

Terkait kerusakan yang akan diperbaiki, Pahri Yamsul menjelaskan bahwa tingkat kerusakannya tidak sampai di dasarnya alias Basenya, melainkan hanya diatas aspalnya.

Kerusakan aspal tersebut dipengaruhi berapa faktor salah satunya jalannya yang sudah mulai aus, dan ada beberapa titik yang memang harus ditingkatkan kualitas aspalnya lagi.

“Kalau ditanya soal kualitas aspalnya dinda, sudah memenuhi spek dan sudah melalui hasil laboratourium yang sudah diakui oleh regulasi,” jelas Pahri, panggilan akrabnya.

Sementara itu konsultan pengawas pekerjaan ini Rajanun diawal pekerjaan jalan ini mengatakan bahwa pihaknya akan menggunakan aspal kualitas terbaik.

BACA JUGA :  Dekranasda Gelar Pelatihan Kerajinan Anyaman Serat Alam

“Kita gunakan aspal AC-BC kualitas terbaik, kampungnya orang saja kita perbaiki apalagi ini kampung sendiri,” ujarnya.

Namun apa yang disampaikan oleh Kadis SDA dan Bina Marga Sultra dan konsultan pengawas perihal kondisi pekerjaan jalan nampaknya berbanding terbalik.

Pada tanggal 28 Mei 2024, PT Elfatih Arsa Putra melakukan pembongkaran ruas jalan di desa Epeea, hal ini dilakukan karena kondisi jalan yang baru saja selesai di aspal telah mengalami kerusakan, bahkan beberapa pengendara mengalami kecelakaan lalu lintas akibat gundukan aspal yang mengeras di tengah jalan.

Tahun ini, pihak penyedia jasa dan dinas SDA kembali melakukan perbaikan atau tutup lubang, namun apa yang mereka lakukan hanyalah membuang-buang anggaran. Bukannya memperbaiki malah memperparah kerusakan.

Terbukti, jalan yang ditambal justri kembali retak dan berlubang. Timbunan atau base jalan berhamburan yang pada akhirnya cepat atau lambat akan semakin tingkat kerusakannya.

Salah satu Aktivis Konawe mengatakan pekerjaan jalan ini sangat menyedihkan. Berharap jalan mulus namun yang didapatkan jalan bergelombang dan tak layak. Aktivis Jebolan HMI Cabang Konawe ini menduga pihak penyedia jasa dan dinas SDA dan Bina Marga Sultra terlibat permainan busuk dalam proyek ini. Oleh karena itu ia berharap agar APH segera memeriksa pihak pihak-pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.

“Kami mendesak pihak aparat penegak hukum (APH), Kejaksaan dan Kepolisian untuk melakukan pemeriksaan kepada PT Elfatih Arsa Putra serta pihak-pihak terkait dalam hal ini Dinas SDA dan Bina Marga Sultra,” Kata Ryan Harianto.

BACA JUGA :  Berikut Pengumuman CTKL PT VDNI Untuk Crew Umum Smelter dan Operator Loader

Ryan juga meminta gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangeruka untuk memberhentikan Kadis SDA dan Bina Marga Sultra Pahril Yansul yang dinilai tidak melaksanakan amanah jabatan sebagaimana mestinya.

“Jalan poros Mataiwoi-Abuki merupakan jalan provinsi yang menghubungkan kabupaten Kolaka Timur dan Kabupaten Konawe. Jalan ini juga merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan beberapa kecamatan di wilayah Konawe bagian barat. Jalan ini terakhir diperbaiki di era kepemimpinan Bupati Kendari H. Abdul Razak Porosi (Almarhum) sekitar 25 tahun yang lalu. Kini jalan tersebut telah diperbaiki dan mendapatkan peningkatan namun sayang belum cukup setahun dikerjakan kondisi jalan tersebut sangat memperihatinkan,” pungkasnya.

Sementara itu Kadis Bina Marga dan SDA, Pahri Yamsul yang dikonfirmasi melalui telpon selulernya menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan tahun 2023 dan saat itu masih dipimpin oleh Burhanuddin yang kini Bupati Bombana. Dan pekerjaan tersebut masih dalam proses pemeliharaan pihak Kontraktor.

“Jadi saat dimulai pekerjaan ini bukan saya Kadisnya, dan saya hanya melanjutkan. Dan pekerjaan ini masih wewenang kontraktor jika ada kerusakan, jadi salah ketika ada yang bilang gunakan APBD untuk perbaikan jalan ini karena ini masih tanggung jawab kontraktor,” katanya.

“Kami juga sudah berkordinasi dengan pihak kontraktor dan saat ini mereka sedang melakukan perbaikan dijalan yang rusak itu. Dan kerusakan itu hanya beberapa titik, tidak separah yang diberitakan, pastinya saya akan pastikan jalan itu bisa dinikmati masyarakat,” tutupnya.