30.6 C
Kendari
Rabu, November 30, 2022

Aktifitas Tambang Pasir Meresahkan, Warga Numana Geruduk Kantor Balai Taman Nasional Wangi-wangi

Wakatobi, Britakita.net

Ratusan warga Desa Numana, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor SPTN Wilayah I Balai Taman Nasional kabupaten Wakatobi, Rabu 13 Juli 2022.

Aksi unjuk rasa yang nyaris bentrok antara .asa aksi dengan Pegawai Balai Taman Nasional ini buntut adanya penambang pasir ilegal yang beroperasi di wilayah perairan Desa Numana.

Masa aksi menuntut pemberhentian aktifitas penambangan pasir ilegal di wilayah laut mereka karena telah merusak ekosistem setempat dan mengganggu aktifitas nelayan dan petani rumput laut.

Salah satu Orator dalam aksi unjuk rasa menyebut, sebelum adanya kegiatan penambangan pasir, perairan Desa Numana menjadi tempat pembudidayaan rumput laut.

“Delapan tahun lalu, laut di Numana ini menjadi tempat budidaya rumput laut, bahkan hampir semua desa di Wangi-wangi mengambil bibit disini, namun setelah hadirnya para penambang pasir ilegal. Rumput laut mereka tidak lagi tumbuh,” ungkap Armin Saputra di depan Kantor BTN.

BACA JUGA :  Pemerintah Desa Waitii Salurkan BLT Kepada 73 KPM

Koordinator lapangan, Toni Darmanto mengatakan, sebelumnya masyarakat pernah berdiskusi langsung dengan pihak Balai Taman Nasional namun usai pertemuan pada 5 Juli 2022 itu, penambang pasir kembali beroperasi pada malam harinya.

“Sebelumnya juga kita telah menggelar mediasi terkait ini tapi sampai detik ini belum ada tindak lanjut dari Taman Nasional,”geramnya.

Mirisnya lagi, lanjutnya, Kegiatan penambangan pasir itu dilakukan di depan Kantor SPTN Wilayah I Balai Taman Nasional Wakatobi.

“Selama delapan tahun ini, Balai Taman Nasional tutup mata, jelas-jelas penambang pasir ini tepat berada di depan Kantor Balai Taman Nasional,” tudingnya.

Masa aksi juga meminta agar SPTN Wilayah I Balai Taman Nasional Wakatobi untuk tegas menindak para penambang dengan menyita barang bukti berupa perahu yang digunakan untuk mengambil pasir.

BACA JUGA :  Siap-siap Nakes di Wakatobi Menjadi Daftar Pertama di Vaksin

“Kalau memang melanggar ya harusnya barang buktinya di sita bukan dilakukan pembiayaran, wajarlah kami curiga kalau ada oknum yang bermain-main di dalam,” ucapnya.

Menjawab tuntutan para demonstran, salah satu pegawai SPTN Wilayah I Balai Taman Nasional mengatakan, apa yang menjadi tuntutan para demonstran akan disampaikan kepada para pimpinan.

“Sesuai dengan arahan pimpinan kami, kami akan menampung aspirasi bapak-bapak dan ibu-ibu disini untuk kemudian kami sampaikan keatasan kami,” ucap Honi Kepala Resort Wangi-wangi.

Kendati nyaris bentrok antara warga dengan pihak BTN, mendengar tidak ada jawaban pasti dari Balai Taman Nasional terkait tuntutan mereka, masa aksi melanjutkan demonstrasi ke Kantor DPRD Wakatobi.

Laporan ; Samidin

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!