Aktifitas PT TBS Cemari Lahan Perkebunan, Tokoh Masyarakat: Pemerintah Kemana?

oleh -33 Dilihat
oleh
Aktifitas PT TBS Cemari Lahan Perkebunan, Tokoh Masyarakat: Pemerintah Kemana?

Bombana, Britakita.Net

Aktifitas PT Tambang Bumi Sulawesi (TBS) di Desa Batuawu, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana diduga mencemari lahan perkebunan warga. Pasalnya aktifitas PT TBS sangat memberikan dampak terhadap perkebunan warga setempat.

Salah satu warga yang merasakan dampak aktifitas PT TBS adalah Sururi yang mengungkapkan bahwa bahwa eksploitasi lahan pertambangan yang di lakukan PT TBS  yang  tidak tertib,mengakibatkan lahan jambu miliknya tertimbun lumpur.

“Sebelum ada kegiatan penambangan di wilayah ini belum pernah ada kejadian semacam ini, kalau  hujan deras Kebun jambu saya  digenangi lumpur,” urai Sururi.

BACA JUGA :  Distan Bombana Gandeng BAZNAS Sultra Salurkan Bantuan Bibit Bawang Merah

Lanjut Sururi dirinya berhadap pihak-pihak terkait untuk segera menindaklanjuti hal tersebut. Karena bila hal tersebut terus terjadi tanpa ada penanganan serius maka dirinya bersama pemilik jambu lainnya terancam gagal panen.

“Harus ada perhatian khusus ini karena dampaknya sangat kami rasakan,” harapnya.

Salah satu tokoh masyarakat sekaligus Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Batuawu, Sirajuddin Adani mengatakan kondisi yang dirasakan warga saat ini tidak boleh dibiarkan. Sejak dahulu, warga Batuawu tidak izinkan perusahaan menambang di wilayah tersebut.

Ini musin panen jambu kalau kebun  jambu warga sudah di genagi lumpur apa mau di harapkan. S eharusnya pemerintah hari ini melindungi kepentingan masyarakat bukan sebaliknya,” tegas sirajuddin.

BACA JUGA :  Jelang Idul Fitri Pemkab dan Polres Bombana, Cek Kesiapan Pasukan Operasi Ketupat Anoa 2024

Ia pun mengutarakan kekecewaan terhadap pemerintah hari ini yang membiarkan perusahaan melakukan esploitasi hutan untuk kepentingan perusahaan di wilayahnya. Tanpa memikirkan apa yang menjadi kepentingan rakyat, karena akibat kebijakan pemerintah sangat merasakan dampak negatifnya.

“Pemerintah yang seharusnya membela rakyat disaat seperti ini, jangan malah mengesampingan kepentingan rakyat untuk kepentingan pribadi. Saya harap pemerintah Bombana bisa segera merespon hal ini,” harapnya.

Laporan: Fendi

Editor: Amar