Kendari, Britakita.net
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Teknik Sipil Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan program pengabdian kepada warga Desa Lalousemba, Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), 14 September hingga 15 Desember 2022.
Program pengabdian ini diketuai oleh Agustan dengan melibatkan sejumlah dosen dan mahasiswa Teknik Sipil.
Kepada awak media, Ketua Tim PKM, Agustan menyampaikan bahwa Desa Lalouesamba memiliki potensi aliran sungai rawa yang tidak pernah kering sepanjang musim sedangkan jumlah warga desa setiap tahun meningkat wilayah desa juga terus berkembang.

“Untuk mengantisipasi sumber-sumber kebutuhan air tersebut maka program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemasangan instalasi pompa hidram pada bendungan sungai rawa dimaksud,” terangnya.
Dosen Teknik Sipil UHO ini menjelaskan, pelaksanan kegiatan pemasangan Pompa Hidram dilaksanakan sejak September 2022. Kegiatan survei dilakukan pada bulan September dan pemasangan dilakukan pada November 2022.
“Bendungan sungai rawa Desa Lalouesamba berhasil dinaikkan permukaan airnya sekitar 50 cm yang menjadi modal injeksi pompa. Pompa Hidram behasil dipasang dan berfungsi dengan baik dengan kekuatan sembur air empat detik per liter,” beber Agustan.
Agustan berharap instalasi pompa hidram yang telah dipasang dapat dimanfaat secara baik oleh masyarakat Desa Lalousemba.
“Aset pompa hidram ini telah diserahkan kepada pihak kepala Desa Lalouesamba untuk menjadi inventaris desa untuk dirawat dan dimanfaatkan dengan baik,” tutup Agustan kepada media ini.

Sebagai informasi berdasarkan data Tim Pengabdian Masyarakat jurusan Teknik Sipil UHO lama waktu pengerjaan yaitu empat bulan sejak September hingga Desember 2022. Kegiatan ini melibatkan dua orang dosen, dua orang mahasiswa, dan lima orang kader teknik desa.
Dalam wilayah desa lalouesamba terdapat enam titik mata air atau artesis. Enam titik mata air ini empat diantaranya berkelompok membentuk kekuatan aliran yang kemudian menjadi genangan rawa, namun karena permukaan topografi desa cenderung genangan rawa bersinggungan dengan alur sungai kecil sehingga kembali membentuk aliran sungai rawa.
Satu titik mata air artesis terpisah sekitar satu kilo meter ke arah utara dan satu artesis lagi sekitar satu kilometer kearah barat yang merupakan mata air artesis air mendidih. (Rilis)
Laporan: Rahim Sidde





