Kendari, Britakita.net
PT Obsidian Stainless Steel (OSS) yang beroprasi di Kawasan Industri PT Virtu Dragon Nikel Industry Park (VDNIP) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe membuka sebuah Mini Market didalam Kawasan Pabrik. Mini Market tersebut selain menjual produk lokal juga menjual produk-produk Import dari Cina seperti makanan dan bahan makanan

Informasi yang dihimpun media ini produk-produk Import tersebut didatangkan menggunakan Kontainer yang dibongkar di Kawasan PT OSS. Namun belum diketahui apakah barang tersebut benar-benar diimport langsung dari Negara Cina ataukan dari dalam Negeri.
Dimana Diketahui Kawasan Industri PT VDNIP telah ditetapkan sebagai kawasan Berikat yang artinya kawasan VDNIP merupakan kawasan bebas pajak bagi barang Import khusus bahan baku kepentingan Industri. Dan kawasan berikat sepenuhnya diawasi langsung oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Media ini kemudian mengonfirmasi tentang bahan makanan dan baku makanan asal Cina di PT OSS kepada pihak Kantor Bea Cukai Kendari. Dimana pihak Bea Cukai tidak pernah mendapatkan laporan Import langsung bahan makanan dari Cina di PT OSS.
“Setelah kami konfirmasi ke tim tidak pernah ada laporan masuk Import langsung makanan dari Cina,” kata Andra Staf salah satu Humas Kantor Bea Cukai Kendari melalui Kasi Humas, Mukhlis.
Andra juga menyampaikan bahwa dirinya menduga makanan yang berada dalam Kontener di PT OSS berupakan Import lokal dari daerah di Indonesia. Dan jika itu terjadi maka Kontener tersebut bisa saja berada di PT OSS.
“Bisa jadi Bahan makanan itu di Import dari Perusahaan Lokal di Jakarta atau Surabaya mungkin kemudian diambil lagi oleh PT OSS. Itu tidak apa selagi yang Import itu sesuai ketentuan,” katanya.
“Jika membutuhkan data lebih detail lagi silahkan menyurat nanti kami berikan datanya,” tambah Staf Humas Bea Cukai itu.
Wakil HOD Pihak PT OSS, Tony Tan yang di Konfirmasi media ini terkait Import Makanan dan Bahan Makanan yang kemudian dijual di Mini Market PT OSS tak merespon konfirmasi tersebut. Media ini telah melakukan Konfirmasi sejak (17/2/2025) lalu hingga berita ini diterbitkan belum merespon konfirmasi tersebut.






