Pimpinan PLN Sektor Tak Temui Masyarakat, Warga Nii Tanasa Lanjutkan Pemalangan Pekerja PLTU

oleh
oleh
Pimpinan PLN Sektor Tak Temui Masyarakat, Warga Nii Tanasa Lanjutkan Pemalangan Pekerja PLTU

Konawe, Britakita.id

Masyarakat Desa Nii Tanasa, terpaksa melanjutkan penahanan karyawan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nii Tanasa hingga Selasa (18/6/19). Pasalnya apa yang menjadi tuntutan masyarakat kepada pihak Pembangkit Listrik Negara (PLN) Sektor Pembangkit Kota Kendari belum terpenuhi.

Akibatnya banyak pekerja PLTU Nii Tanasa harus tidak masuk bekerja akibat aksi massa Desa Nii Tanasa. Bahkan terlihat beberapa pekerja PLTU terpaksa harus menyewa kapal Katinting menyebrangi laut agar bisa lolos dari pemalangan masyarakat Desa Nii Tanasa.

Tuntutan masyarakat dalam memblokade pekerja PLTU adalah melakukan tatap muka antara masyarakat dan pimpinan PLN Sektor Pembangkit Kota Kendari yaitu Paul Ginting. Karena apa yang menjadi keluhan masyarakat terkait kerusakan lingkungan tidak pernah dihiraukan oleh pihak PLTU.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Zainul saat ditemui dilokaso orasi didepan PLTU NII Tanasa Senin, (17/6/19). Mengatakan kehadiran kami dijalan saat ini untuk meminta kejelasan kepada pihak PLN Sektor Pembangkit selaku penanggung jawab atas aktifitas PLTU Nii Tanasa.

” Kami meminta ketemu kepada pimpinan, dan kami tidak mau diwakili. Nyatanya yang datang itu hanya perwakilan PLN Sektor, jadi kami tetap melanjutkan aksi. Kami mau ketemu yang punya wewenang bukan hanya pesuruh,” paparnya.

BACA JUGA :  KNPI Konawe Bersinergi Kawal Program Pj Bupati

Lanjut Zainul, masyarakat Desa Nii Tanasa sudah capek mengeluh kepada pihak PLTU terkait dampak lingkungan. Karena selalu mendapatkan bahasa-bahasa yang sama setiap mengeluhkan dampak lingkungan akibat aktifitas PLTU.

” PLTU hanya mengatakan kita ini hanya sopir, dan pemilik mobilnya itu PLN Sektor. Jadi sopir tidak bisa mengambil keputusan karena dia hanya menurut sama pemilik mobil. Jadi kita mau ketemu ini sama yang punya wewenang,” katanya.

Pihak PLN Sektor Pembangkit Kendari yang menemui masyarakat adalah Manager Oprasional dan Pemeliharaan, Tri Prianugraha. Dimana dihadapan masyarakat mencoba menjawab apa yang menjadi permasalahan yang diprotes oleh masyarakat.

” Apa yang menjadi keluhan masyarakat sudah menjadi perioritas kami. Bahkan terkait terkait laporan masalah limbah sudah kami tindak lanjuti,” paparnya.

Tri juga membenarkan beberapa permasalahan yang dikeluhkan masyarakat Nii Tanasa. Diantaranya jatuhnya batu bara dilaut, dan pembiaran limbah PLTU bertahun-tahun.

” Untuk batu bara yang jatuh sudah mulai kami bersihkan pakai alat berat, dan untuk limbah fly ash memang telah menumpuk. Tetapi dalam waktu dekat sudah akan dimuat dengan melibatkan pihak perusahaan khusus, karena untuk limbah itu tidak bisa sembarangan perusahaan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Ekspose Satu Dasawarsa Pimpin Konawe, KSK Ibarat Gubernur Paparkan Masa Depan Sultra

Lanjut perwakilan PLN Sektor Pembangkit juga belum semua yang menjadi keluhan masyarakat bisa direalisasikan pihak perusahaan. Karena harus menyesuaikan dengan rulasi yang ada mengingat PLN Sektor Pembangkit adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

” Akan kami optimalkan meskipun anggaran kami yang terbatas, dan kalau belum tuntas harap dimaklumi. Karena kita punya regulasi yang harus diikuti setiap akan mengambil semua kebijakan di PLN Sektor Pembangkit,” paparnya.

Untuk diketahui, masyarakat Desa Nii Tanasa blak-blakan membuka Dosa PLTU Nii Tanasa. Dimana selain tumpahan batu bara yang telah menggunung pelabuhan khusus (Jetty) PLTU, juga adanya tumpahan bahan bakar minya (BBM) jenis Solar di lautan Desa Nii Tanasa. Juga pengelolaan limbah industri PLTU seperti fly ash dan bottom ash yang menimbum di PLTU hingga delapan tahun terakhir.

Laporan: Ruddi