Bombana, Britakita.net
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengambil langkah serius dalam menangani masalah kawasan kumuh yang mengkhawatirkan.
Dalam upaya tersebut, pembuatan dokumen profil khusus menjadi fokus utama, dokumen tersebut menjadi persyaratan penting untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.
Dalam seminar yang diadakan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan, pembahasan mengenai profil kawasan kumuh menjadi sorotan utama.
Dikesempatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Bombana, Drs. Man Arfa menyebut sejumlah kecamatan dan desa yang saat ini masih berstatus kumuh meliputi Kecamatan Rumbia Kelurahan Lampopala, Kecamatan Rumbia Tengah, Kelurahan Lauru dan Kampung baru.
Kemudian Kecamatan Mataoleo desa Lora, Kecamatan Poleang Kelurahan Boepinang dan Boepinang Barat.
Mantan Kadis PUPR Kabupaten Bombana tersebut mengungkapkan bahwa saat ini, Kecamatan Poleang Tenggara, Desa Terapung dan Desa Lemo, Kecamatan Kabaena Barat, Kelurahan Sikeli, Desa Baliara dan Desa Baliara Selatan.
Lalu, Kecamatan Kabaena Timur, Kelurahan Lambale, dan Kelurahan dan Dongkala dan terakhir Kecamatan Kabaena Selatan, Desa Pongkalaero dan Puununu.
”Saat ini terdapat 8 Kecamatan menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan menjadi perhatian khusus. Makanya Pemda menghadirkan dokumen profil untuk wilayah kumuh,” jelasnya.
Kata Man Arfa, daya dukung lingkungan tersebut dapat mengakibatkan resiko kerawanan konflik sosial maupun lingkungan di sekitar tempat tinggal masyarakat serta dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit kualitas pelayanan sarana dan prasarana.
Sementara itu, dikesempatan yang sama Kepala Dinas Perumahan kawasan pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bombana, Ir. Rusdiamin Basite menjelaskan bahwa seminar pembuatan dokumen ini melibatkan serangkaian survei, termasuk data primer dan sekunder serta wawancara di desa-desa yang tergolong kumuh.
“Dokumen ini diharapkan bisa memberikan manfaat yang signifikan untuk rencana pembangunan di masa depan,” urainya mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana tersebut.
Rusdiamin sapaan akrabnya berharap, meskipun belum sepenuhnya lengkap, dokumen profil ini menjadi acuan penting untuk pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bombana.
“Untuk menjadi perhatian khusus dalam meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, dan pelayanan infrastruktur di daerah tersebut,” tutupnya.






