Bombana, Britakita.net
Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Bombana menegaskan pentingnya persatuan politik dan kolaborasi pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah. Kegiatan yang digelar di Aula Tanduale, Kantor Bupati Bombana, Selasa (2/6/2026), menjadi momentum konsolidasi sekaligus refleksi atas tantangan pembangunan yang dihadapi pemerintah daerah.
Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, dalam sambutannya mengajak seluruh kekuatan politik untuk meninggalkan perbedaan pasca kontestasi dan fokus pada kepentingan pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa perbedaan politik tidak boleh menjadi penghalang kerja bersama.
“Bombana adalah satu perahu besar yang sedang kita layarkan bersama,” ujarnya.
Menurut Burhanuddin, kondisi fiskal daerah yang tengah menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran menuntut semua pihak untuk bersikap realistis. Ia mengingatkan bahwa banyak janji politik harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah saat ini.
Ia juga menekankan bahwa tantangan terbesar bukan hanya memenangkan kontestasi politik, melainkan bagaimana memimpin di tengah keterbatasan.
“Yang paling berat bukan mengalahkan musuh politik, tetapi menaklukkan ego politik,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bombana, Andi Muhammad Khaekal, menyampaikan bahwa Musancab bukan sekadar agenda pergantian struktur organisasi, melainkan langkah awal memperkuat mesin partai dari akar rumput menuju agenda politik yang lebih besar, termasuk Pemilu 2029.
Ia menegaskan pentingnya kerja kolektif dalam membangun kekuatan partai.
“Superman hanya ada dalam cerita fiksi. Dalam organisasi yang dibutuhkan adalah super team,” ujarnya.
Khaekal juga menyoroti pentingnya kedekatan partai dengan masyarakat melalui pendekatan konkret, salah satunya dengan pembentukan layanan call center sebagai sarana komunikasi langsung antara masyarakat dan partai.
Selain itu, ia menegaskan bahwa partai harus hadir tidak hanya saat momentum pemilu, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama saat menghadapi berbagai persoalan.
Dalam kesempatan tersebut, Khaekal turut menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Burhanuddin dalam menjalankan program pembangunan daerah. Ia menilai masyarakat perlu diberikan pemahaman terkait kondisi fiskal daerah agar dapat memahami penyesuaian program pembangunan yang dilakukan pemerintah.
Musancab PDIP Bombana tahun ini pada akhirnya tidak hanya menjadi forum konsolidasi internal partai. Di tengah tekanan efisiensi anggaran dan ketidakpastian ekonomi, forum tersebut juga menjadi ruang penyampaian pesan politik bersama bahwa pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi, keberanian mengambil keputusan, serta komitmen menempatkan kepentingan rakyat di atas ego politik.






