Konsel, Britakita.net
Dengan Nawaitu mengabdikan diri di Desa Puundoho, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Ahmad Amiruddin mencalonkan dirinya sebagai salah satu Calon Kepala Desa Puundoho yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Ahmad Amiruddin pun berkomitmen tak akan menggunakan Praktek Money Politik saat mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan tujuan menciptakan Pilkades yang bersih.
Hal tersebut diungkapkan pria kelahiran 1 September 1987 silam itu yang menjelaskan bahwa sebuah hasil ditentukan dengan sebuah proses dimana hasil yang baik tentunya lahir dari sebuah proses yang baik pula.

“ Kapasitas Poltik itu tergantung dari proses politiknya, jika kita berangkat dari proses politik bermasalah maka kapasitas Politik kita mesti bermasalah. Namun Ketika kita berangkat dari sebuah proses politik yang sehat kapasitas politik kit aitu di mungkinkan sehat, dan Proses yang bermasalah itu salah satunya Money Politik,” tegasnya.
Olehnya itu dirinya berkomitmen Menjaga proses Pilkades yang dijalaninya berlangsung secara sehat dengan cara melakukan perlawanan terhadap politik uang, dimana hal tersebut tentunya memiliki perjuangan yang tidak mudah. Namun Alumni SDN 02 Roraya itu berkeyakinan niat yang baik akan diberikan kemudahan oleh sang maha pencipta Allah SWT

“ Saya maju mengikuti di Pilkades ini hanya dalam rangka untuk menjaga agar proses politik itu berlangsung secara sehat. Dan siapapun yang terpilih relaitif punya prasyarat yang cukup untuk membangun kapasitas politinya, karena kemampuan Kades untuk mengarahkan kebijakannya itu tergantung dari proses politik,” ucap pria yang sekarang berprofesi sebagai Konsultan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUTR) Konsel.
Maju menjadi Calades Alumni SMPN 2 Andoolo itu memiliki beberapa visi dan misi diantaranya, Pertama Mempererat hubungan tali silaturahmi antar warga Desa Puundoho, Kedua Selalu mengedapankan hasil putusan Bersama Masyarakat dalam rangka pengambilan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan di desa. Ketiga Transparansi dalam pengelolaan kegiatan dana desa dan Pengelolaan Bumdes.

“Yang terakhir pengelolaan potensi Sumber Daya Alam Berupa Air yang melimpah untuk di jadikan sebagai destinasi wisata desa, sehingga dapat nantinya akan di Kelola oleh Bumdes sehingga dapat meningkatakan penghasilan masyarakat Desa Puundoho,” mantan Remaja Mesjid itu.
Alumni Fakultas Tehnik, Universitas Halu Olelo itu juga menceritakan bahwa dirinya maju menjadi Cakades di Desa Puundoho karena dorongan masyarakat setempat. Yang menginginkan sebuah perubahan yang lebih baik lagi, dan dengan dorongan tersebut kemudian anak Kamaruddin itu memantapkan Nawaitunya untuk menghibahkan dirinya untuk Desa Puundoho.
“ Dengan Ucapan Bismillah saya hibahkan diriku untuk mengabdi di Desa Puundoho, olehnya itu saya mendaftar jadi salah satu Cakades. Dari niat yang baik dan direstui oleh Allah SWT, Insya Allah kebaikan itu pasti akan hadir,” tutupnya. (Advetorial)





