Kendari, Britakita.id
Modus kejahatan dengan modus menyalagunakan data pribadi seseorang kini kian marak terjadi. Data pribadi yang dianggap sangat safety, yang berada dalam Handphone (HP) seseorang mudah saja diretas oleh Hacker melalui Malicious Software
(Malware).
Melalui malware akun media sosial (Medsos) seperti Faceboke (FB), Instagram (IG), WhatsApp (WA) dan Medsos lainnya dapat sangat mudah di retas. Bahkan Galeri yang berada di Smartphone yang sangat pribadi dapat diakses para Hacker melalui malware yang nantinya digunakan oleh oknum tak bertanggungjawan untuk melakukan tindakan kejahatan salah satunya penipuan.
Hal tersebut disampaikan oleh Panit II Subdit V Saiber Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sultra, IPDA Aspandi kepada britakita.id, menjelaskan bahaya Malware. Malware adalah virus yang dibuat untuk meretas data pribadi seseorang melalui Handphone pribadi seseorang.
” Ada beberapa jenis selain Malware yang digunakan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk meretas Handphone dan mendapatkan data pribadi dari handphone tersebut. Tak hanya itu melalui Malware oknum-oknum bisa mengakses galeri didalam HP yang kemudian digunakan untuk melakukan tindakan kejahatan,” paparnya.
Dengan data-data yang telah disadap oleh para pelaku kejahatan, kemudian dapat diperjual belikan. Seperti berita yang dirilis oleh detik.com, yang berjudul “Polisi Tangkap Penjual Data Kependudukan dan Nasabah Bank Via Online”. Dimana para pelaku memperjual belikan data-data pribadi masyarakat yang kemudian digunakan untuk melakukan tindakan kejahatan seperti penipuan dan lainnya.
“Kamis , 15 Agustus Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, baru-baru saja melakukan penangkapan pelaku penjualan data. Dimana data yang diperjual belikan adalah data pribadi seseorang mulai dari nomor HP, nomor Induk KTP, nomor Kartu Keluarga hingga nomor rekening,” paparnya.
Mantan anggota Kasubbid PID Bid Humas Polda Sultra itu, juga menjelaskan cara-cara agar dapat terhindar dari Malware. Dengan menghindari mengklik atau mengunjungi situs-situs yang tidak resmi atau membuka URL atau link yang dishare oleh orang-orang yang tidak dikenal.
” Jadi biasa kita buka FB atau situs, ada tulisan untuk membuka situs dewasa klik ini. Itu sudah bisa dipastikan Malware, yang ketika dibuka otomatis data pribadi kita bisa diretas, akuan media sosial bisa disadap bahkan mobile banking dapat mudah disadap oleh para pengguna Malware,” katanya.
” Sama juga ketika ada orang yang baru dikenal baik itu melalui WA, Mesengger FB atau Medsos lainnya mengirimkan URL atau link. Itu jangan langsung dibuka karena itu bisa saja Malware, yang kalau di klik atau dibuka dalam hitungan detik mereka bisa meretas HP kita, dan mengakses semua data pribadi pemilik HP jadi harus berhati-hati,” imbaunya.
Laporan: Adam





