Makan Dilapak Pinggir Jalan, Langkah Sederhana Walikota Kendari yang Bermakna Besar

oleh -18 Dilihat
oleh
Makan Dilapak Pinggir Jalan, Langkah Sederhana Walikota Kendari yang Bermakna Besar

Kendari, Britakita.net

Di sela padatnya agenda pemerintahan, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran memilih cara sederhana untuk memulai hari. Bersama Wakil Wali Kota Sudirman dan Sekretaris Daerah Amir Hasan, ia terlihat menikmati sarapan di lapak kaki lima milik Mama Shinta di Jalan Balai Kota, Senin (20/4/2026).

Duduk di kursi plastik sederhana, tanpa sekat formalitas, ketiganya tampak larut dalam obrolan santai. Di tangan mereka, seporsi makanan sederhana menjadi penghangat pagi, sementara percakapan mengalir ringan namun penuh makna.

Suasana di lapak Mama Shinta pagi itu terasa berbeda. Di bawah rindang pepohonan, interaksi yang terbangun bukan sekadar antara pembeli dan penjual, melainkan pertemuan hangat antara pemimpin daerah dan warganya. Sesekali, Wali Kota Siska terlihat menyimak dengan serius, menanggapi obrolan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

BACA JUGA :  HUT ke-2, Kadin Sultra Komitmen Bangkitkan Ekonomi Sultra

Bagi warga sekitar, momen ini menjadi pemandangan yang tidak biasa. Kehadiran pimpinan daerah di ruang-ruang kecil seperti ini memberi kesan bahwa pemerintah tidak berjarak, melainkan hadir dan menyatu dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Lapak Mama Shinta sendiri merupakan bagian dari denyut ekonomi kecil yang tumbuh di sudut kota. Dari usaha sederhana inilah, banyak keluarga menggantungkan penghasilan. Kehadiran pimpinan daerah di tempat seperti ini menjadi bentuk dukungan moral yang sederhana, namun bermakna besar.

BACA JUGA :  DLHK Sebut PT Agung Beton Kendari Tak Penuhi Kewajibannya Selama Dua Tahun

Tidak ada protokoler ketat, tidak pula suasana formal. Wakil Wali Kota Sudirman tampak menikmati sarapan sambil sesekali tersenyum, sementara Sekda Amir Hasan terlibat dalam percakapan ringan yang mencairkan suasana. Semua berlangsung alami, tanpa rekayasa.

Momen ini sekaligus menjadi gambaran bahwa kedekatan pemimpin dengan masyarakat tidak selalu harus dibangun melalui forum resmi. Justru dari ruang-ruang sederhana seperti lapak kaki lima, komunikasi yang jujur dan apa adanya bisa terjalin.

Di tengah geliat pembangunan kota, pendekatan humanis seperti ini menjadi penting. Bukan hanya untuk mendengar, tetapi juga merasakan langsung kehidupan warga.