23.8 C
Kendari
Sabtu, Desember 3, 2022

Lokasi PT SCM Merupakan Habitat Anoa, BKSDA: Kami Akan Sosialisasikan ke Perusahaan

Kendari, Britakita.net

Kemunculan dua ekor Anoa di kawasan pertambangan PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) yang berada di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) memicu perhatian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Dinas BKSDA Sakrianto Djawie melaui Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Erni Timang mengatakan, akan melakukan sosialisasi guna memberikan pemahana terhadap para kariawan PT SCM yang akan di gelar pada  Tanggal 13 atau 14 Juni 2022.

“Rencana kemarin Jumat, Sabtu, Minggu yang akan datang ini, hanya sekarang ini masih ada tamu dari Bogor terus besok (8/6) itu ada ibu Mentri sama Presiden mau ke Wakatobi, jadi kemungkinan minggu depannya antara Senin atau Selasa (13-14/6) ini,” kata Erni Timang saat dikonfirmasi, Selasa 7 Juni 2022.

BACA JUGA :  Polres Konawe Periksa Pemilik SPBU Wonggeduku, Kasatreskrim: Ada Deal-deal Operator dan Supir

Lanjut kata Erni, sosialisasi yang akan digelar nantinya bisa memberikan edukasi pemahaman bahwa satwa Anoa yang merupakan Hewan Endemik ciri khas Sulawesi dan ini  salah satu hewan yang dilindungi oleh undang-undang.

“Untuk sosialisasinya itu dalam bentuk edukasi, supaya pekerja tahu bahwa anoa itu adalah satwa yang dilindungi,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya sudah membentuk Tim yang akan melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan, memantau lokasi, memberikan sosialisasi dengan kariawan PT SCM.

“Kalau dari pihak perusahaan sudah welcome, ini ada suratnya salah satu isinya Kami akan komitmen untuk melindungi satwa Anoa kita akan koordinasi mengambil titik, kemudian akan sosialisasi, dan pemasangan plang-plang pembatas ,” tambahnya.

Ia mengasakan, jika hasil pemantauan lapangan di kawasan pertambangn PT SCM adalah tempat habitat satwa Anoa, pihaknya akan terus menjaga serta menjadikan kawasan itu sebagai tempat habitat Anoa.

BACA JUGA :  Berikut Devisi Dump Truck PT VDNI Tahap 23

“Kalau kawasannya sudah masuk kawasan produksi, karna PT. SCM itu sudah punya izin. Tetap kita akan koordinasi walaupun itu kawasan hutan produksi. Tapi kalau kita tahu bahwa disitu adalah habitatnya, tempat hidupnya satwa Anoa ini mungkin tetap kita jadikan prioritas untuk tetap terus dijaga,” tegasnya.

Untuk dikatahui, Anoa tergolong satwa liar bahkan keberadaannya habitat tersebut hampir punah. Dalam undang-undang (UU) satwa ini tergolong satwa yang dilindungi UU Tahun 1993 dipertegas dalam UU No. 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999.

Laporan : Rizal Saputra

Editor: Upi

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!