Konawe, Britakita.id
Hari Pangan Sedua (HPS) yang digelar di Sulawesi Tenggara (Sultra), tanggal 2 hingga 5 November nanti adalah event langkah. Olehnya itu seluruh pihak memanfaatkan memont tersebut, salah satunya Pemerintah Kabupaten Konawe dalam hal ini Dinas Katahanan Pangan Pemkab Konawe.
Dimana dalam acara akbar tersebut Pemkab Konawe memperkenalkan Wisata Kampung Sagu yang terletak di Desa Labela Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe. Dan Destinasi wisata yang ditawarkan adalah pengunjung bisa menikmati pengelolaan pabrik pengolahan sagu, yang didalamnya terdapat alat penyaring sari sagu modern dan terdapat tempat pengeringan sagu sehingga menjadi tepung kering.
Kemudian ada juga pengolahan kulit batang sagu jadi briket, dan dibawah pabrik tersebut ada kolam, yang mana air dari limbah pengolahan sagu dialirkan ke kolam yang didalamnya ada hewan ternak unggas itik dan beberapa ikan yang dibudidaya oleh masyarakat sekitar, Seperti ikan mas, ikan gabus, ikan mujair, dan ikan tawes.
Selain itu, para pengunjung juga dapat menikmati beberapa keindahan lain didalam kawasan kampung sagu, diantaranya pengunjung bisa melihat langsung cara pengolahan sagu secara tradisional, seperti yang dilakukan orang tolaki pada umumnya.
Pengunjung juga dapat berswa foto jika memasuki kawasan ini. Karena sepanjang jalan masuk di kampung sagu masyarakat dan panitia telah mendesain dengan membuat jembatan titian dengan memutari area kawasan yang dipenuhi oleh pohon-pohon sagu disekelilingnya. Selain itu, ditiap jembatan titian ada gazebo dan juga puluhan kolam ikan ukuran 2×4 meter persegi yang dibuat dari terpal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Konawe, Muh. Akbar menjelaskan bahwa Organisasi Lembaga Pangan dan Pertanian PBB Food and Agriculture Organization (FAO) memilih lokasi kampung sagu ini jadi icon pada HPS ke 39 dan 70 secara internasional karena sagu merupakan tanaman didunia yang tidak berpengaruh dengan perubahan iklim.
“Padi walaupun tumbuh kalau panas itu akan layu dan turun produksinya. Jadi disultra itu ada dua yang dikembangkan, yang pertama pemgembangan kakao dan sagu. Sagu ini adalah potensi yang sangat besar dan 20 tahun ke depan akan sangat menjanjikan dalam rangka mencukupi ketersediaan pangan kita,” ungkapnya.
Laporan: Muhammad Andri
Editor: Ruddi






