Unjuk Rasa Berakhir Damai, Kapolres Bombana Pilih Dialog Terbuka

oleh
oleh
Unjuk Rasa Berakhir Damai, Kapolres Bombana Pilih Dialog Terbuka

Bombana, Britakita.net

Aksi unjuk rasa Konsorsium Aktivis Bombana Bersatu berakhir damai setelah Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo, turun langsung berdialog dengan massa dan menandatangani tuntutan mereka, Kamis (11/6/2026).

Sekitar 60 massa dari IMPERMOL, PMII, GMNI, dan HMI sebelumnya menggelar aksi dengan rute Kampus Polina, Tugu Brimob, Rumah Jabatan Bupati hingga Mapolres Bombana.

Di depan Mapolres, Kapolres menemui massa sekitar pukul 15.40 WITA. Dialog berlangsung terbuka dan kondusif, sekaligus menjadi titik temu antara tuntutan aktivis dan sikap kepolisian.

Dalam pernyataannya, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah berniat melakukan tindakan represif. Ia menjelaskan, insiden pada aksi 2 Juni lalu terjadi karena massa membakar ban di jalan yang dinilai membahayakan ketertiban umum.

BACA JUGA :  Pencabutan Nomor Urut Telah Selesai, Berikut Nomor Urut Paslon Bombana

“Saya pastikan ke depan tidak ada tindakan represif. Kami komitmen menjaga ruang demokrasi,” tegasnya.

Kapolres juga menyampaikan permohonan maaf jika ada tindakan personel yang dinilai kurang berkenan oleh massa aksi.

Dialog tersebut menghasilkan kesepakatan bersama, termasuk aturan pelaksanaan aksi ke depan seperti kewajiban pemberitahuan 3×24 jam, larangan pembakaran ban, serta menjaga fasilitas umum dan ketertiban lalu lintas.

BACA JUGA :  Polres Bersama Bulog Bombana Gelar Sosialisasi Harga Beras Subsidi

Sebagai tindak lanjut, Kapolres menandatangani berita acara tuntutan massa sekitar pukul 16.00 WITA.

Usai dari Mapolres, massa melanjutkan aksi ke Kantor DPRD Bombana. Mereka diterima oleh Plh Sekretaris DPRD, Toni Surya Utomo, yang menyatakan siap meneruskan aspirasi ke pimpinan dewan dan menjadwalkan audiensi lanjutan.

Aksi yang dikawal 129 personel Polres Bombana ini berakhir pukul 17.50 WITA dalam kondisi aman dan tertib. Suasana pun ditutup dengan jabat tangan antara aparat dan massa sebagai simbol meredanya ketegangan.