Video Viral: Kapolres Bombana Naik ke Mobil Komando, Gagalkan Pembakaran Ban Mahasiswa

oleh
oleh
Video Viral: Kapolres Bombana Naik ke Mobil Komando, Gagalkan Pembakaran Ban Mahasiswa

Bombana, Britakita.net

Sebuah video yang memperlihatkan Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo, S.I.K., M.I.K., naik ke atas mobil sound system saat aksi unjuk rasa mahasiswa viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di bundaran Tugu Brimob, Kelurahan Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Selasa (2/6/2026).

Dalam video yang beredar luas, Kapolres terlihat mengambil alih mikrofon dari orator dan menghentikan jalannya orasi. Tindakan itu dilakukan setelah massa aksi diduga hendak membakar ban di lokasi demonstrasi.

Aksi unjuk rasa tersebut digelar oleh Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Mataoleo Kendari Sultra (IMPPERMOL) dengan jumlah massa sekitar 15 orang, dipimpin oleh Iqbal Hasyim dan Roma Nur. Mereka menyuarakan tuntutan terkait rencana pembangunan jalan di Kecamatan Mataoleo hingga Poleang Timur.

BACA JUGA :  Pilkada Bombana Butuh Biaya Rp 67 M

Ketegangan bermula saat orator menginstruksikan pembakaran ban. Aparat kepolisian yang berjaga langsung mengimbau agar aksi tersebut tidak dilakukan, mengingat waktu pelaksanaan bertepatan dengan menjelang salat Dzuhur, ditandai dengan lantunan shalawat dari Masjid Raya Nurul Iman Kasipute.

Namun imbauan tersebut tidak diindahkan. Dalam video yang viral, Kapolres kemudian naik ke mobil komando, mengamankan mikrofon, serta menghentikan orasi yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum. Situasi sempat memicu adu argumen antara aparat dan massa aksi.

Meski demikian, kondisi berhasil dikendalikan. Massa melanjutkan aksi secara tertib sebelum bergeser ke Kantor Bupati Bombana dan diterima oleh Sekda Bombana, Ir. Syahrun, M.Ap. Selanjutnya, aksi dilanjutkan ke Kantor DPRD Bombana dan diterima oleh Ketua DPRD, Iskandar, S.P.

BACA JUGA :  PT Almharig Bantah Tudingan Dugaan Penyereboton Lahan dan Penyebab Banjir

Sekitar pukul 15.00 WITA, seluruh rangkaian aksi berakhir dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak ada laporan kericuhan lanjutan maupun komplain dari pihak demonstran.

Video viral tersebut menuai beragam respons dari masyarakat. Sebagian menilai tindakan Kapolres sebagai langkah tegas untuk menjaga ketertiban dan menghormati waktu ibadah, sementara lainnya menyoroti dinamika komunikasi antara aparat dan massa aksi di lapangan.

Pihak kepolisian sendiri diketahui tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam pengamanan aksi, sekaligus memastikan situasi tetap kondusif selama penyampaian aspirasi berlangsung.