25.6 C
Kendari
Minggu, Desember 4, 2022

Stabilkan Harga, BI Bersama Pemprov Sultra Gelar Pasar Murah dan Luncurkan Gerakan Tabe’DI

Kendari, Britakita.net 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Pemerintah Provinsi Sultra menggelar pasar murah untuk masyarakat Kota Kendari.

Pasar murah digelar mulai 22 hingga 23 Agustus 2022 di Pelataran Tugu Religi Sultra, dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan Tanam Cabai Kendari Kendali Inflasi (Tabe’ Di).

Pantauan BRITAKITA.NET di lokasi Senin (22/8/2022), Pasar Murah tersebut menjajakan berbagai macam kebutuhan rumah tangga seperti bawang bombai, bawang putih, bawang merah, gula pasir, tepung terigu, telur ayam, minyak goreng, kacang panjang, kangkung, terung, sawit, selada dan cabai.

Harga yang ditawarkan pada pasar murah ini di bawah harga pasaran pada umumnya. Misalnya, beras Rp 48 ribu per kilogram, gula pasir Rp 13.500 per kilogram, bawang putih Rp 28 ribu per kilogram, bawang merah Rp 40 ribu per kilogram, cabe besar Rp 40 ribu perkiraan, minyak goreng Rp 17 ribu per liter.

BACA JUGA :  Amankan Demonstrasi Tolak Kenaikan Harga BBM, Polresta Kendari Kerahkan 331 Personel

Kepala Perwakilan BI Sultra Doni Septadijaya mengatakan, harga komoditas pangan di Sultra khususnya Kota Kendari beberapa bulan terakhir ini cukup bergejolak.

“Komoditas pangan ini cukup bergejolak beberapa bulan terakhir termasuk di Kota Kendari dan Sultra pada umumnya,” kata Doni Septadijaya, Senin 22 Agustus 2022.

Dengan diadakannya pasar murah ini, kata Doni, adalah salah satu upaya menstabilkan harga pangan serta membangun optimis bahwa ketersediaan bahwa pasokan pangan masih memadai.

BACA JUGA :  Siap Bertarung di Musda X, Putra Gubernur Sultra Resmi Daftar Caketum HIPMI Sultra

“Kami adakan pasar murah ini untuk membangun optimis bahwa ketersediaan bahan pangan itu masih ada. Kami punya banyak petani yang hasil pertaniannya bisa kita pasarkan di Kota Kendari,” lanjutnya.

Untuk itu, peluncuran Gerakan Tabe’Di adalah salah upaya mengedukasi masyarakat Kota Kendari agar kreatif melahirkan inovasi yang mampu menunjang kebutuhan pangannya secara mandiri.

“Kontribus cabai terhadap inflasi mencapai 0,14 persen ini perlu kita turunkan agar tidak mempengaruhi inflasi secara umum,” ucapnya.

Laporan : Rizal saputra

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!