25.6 C
Kendari
Minggu, Desember 4, 2022

Bantah Beri Izin, Pemda Konkep Akan Panggil PT TPW Soal Jual BBM Pakai Jerigen, Penentuan Harga Disebut Langgar Ketentuan

Konkep, Britakita.net

Pengelola SPBU Kompak Satu Harga berbendera PT Tenri Pulau Wawonii (TPW) diduga melakukan pelanggaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Pasalnya, BBM jenis pertalite tersebut dibongkar dan diperjualbelikan bukan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) melainkan di belakang sebuah Gudang Tabung Gas LPG.

Gudang pengisian tabung gas LPG tersebut sendiri ditengarai milik PT Tenri Putri Tarigasindo (grup PT TPW), yang berada di Desa Pasir Putih, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).

Padahal seharusnya, BBM tersebut dibongkar dan diperjualbelikan di SPBU Roko-Roko dengan nomor SPBU 76.933.18 yang berada di Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konkep.

Hal tersebut diduga melanggar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, pembelian BBM pertalite menggunakan jerigen yang dilarang adalah tidak disertai rekomendasi untuk kebutuhan tertentu seperti pertanian, perikanan, usaha mikro kecil.

Penanggungjawab SPBU Kompak Satu Harga PT TPW, Elsa sendiri berdalih jika aktivitas bongkar jual tersebut telah mendapatkan izin dari pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konkep.

Meski demikian, sejumlah pihak yang dikonfirmasi BERITAKITA.NET, justru mengungkapkan fakta yang sebaliknya, jika izin dari Pemda Konkep yang disebut diduga hanya bohong belaka.

BACA JUGA :  Dongkrak Ekonomi, Kadin Sultra Kirim Puluhan Ton Kopra ke Jatim, Bernilai Ratusan Juta

Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian, Perdangan, Koperasi (Peribdagkop) dan UMKM, Saenul, SH., MM saat di konfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, jika hal (bongkar jual BBM Subsidi) tersebut tidak di ketahuinya bahkan untuk terlibat pun tidak pernah di libatkan.

“Saya tidak tau itu barang dan tidak pernah terlibat,” singkat Saenul.

Senada itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Konkep, Khaerullah bahwa dari hasil evaluasi dan monitoring AMPS PT Tendri Pulau Wawonii beralamat di Desa Roko-roko Kecamatan Wawonii Tenggara.

Menurutnya, pihaknya juga menemukan aktivitas pembongkaran BBM subsidi yang dilakukan di Desa Pasir Putih Kecamatan Wawonii Barat dengan menjual BBM jenis Pertalite diatas harga yang ditentukan pemerintah.

Fakta yang dihimpun BEITAKITA.NET, BBM yang dijual PT TPW secara eceran dari truk tangki berlogo Pertamina bergaris merah tersebut dihargai lebih tinggi dari harga normal.

Untuk BBM jenis Pertalite misalnya dari harga normal Rp.7.650, per liter, ditempat tersebut dijual dengan harga Rp.8.250, per liter atau terdapat kenaikan harga Rp 600 per liternya.

BACA JUGA :  Setelah Wings Air "Minggat", Tak Ada Pesawat Lagi Ke Wakatobi, Dewan: Bangun Bandara Sia-sia, Pariwisata Bakal Mati

Dugaan pelanggaran itu mengacu Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Mineral (RI No 2304-k/12/MEM/2017) tentang harga jual eceran jenis bahan bakar minyak tertentu dan jenis bahan bakar minyak khusus penugasan.

“Hal ini telah di dapatkan bahwa penjualan jenis BBM tersubsidi tersebut yang sudah tidak sesuai harga. Maka dengan ini, kami akan memanggil pimpinan PT. Tendri Pulau Eawonii untuk memberikan jawaban terkait masalah tersebut,” tegas Khaerullah.

Sementara itu, Kapolsek Wawonii IPTU Kamaruddin saat di temui mengatakan bahwa memang pada awalnya mereka menginformasihkan untuk melakukan pembongkaran di halaman gudang Elpiji.

Hal tersebut dilakukan karena dikarenakan akses jalan menuju ke SPBU di Desa Roko-Roko Kecamatan Wawonii Tenggara rusak parah.

“Tapi kalau pada saat datang BBM kemarin tidak ada konfirmasi dan yang lalu itu. Memang mereka datang menginformasihkan kalau mau membongkar di halaman gudang Elpiji Desa Pasir Putih, hanya mereka tidak menginformasihkan soal harganya,” tukasnya.

Laporan : Aan Ahmad.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!