Kendari, Britakita.id
“Pasar Hantu” kata yang langsung keluar dari mulut Anggota DPR RI, Wa Ode Nur Zaenab, saat menyambangi Pasar Sentral Wua-wua, Kota Kendari. Karena menurutnya pasar milik Kota Kendari itu sangat sepi, bukan hanya sepi pembeli tetapi juga sepi penjualnya.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI, Wa Ode Nur Zaenab dihadapan awak media usai berkeliling di Pasar yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 67 miliar itu. Dimana dirinya sangat terkejut, pasar yang tergolong mewah tersebut sangat sepi.

(Kondisi beberapa Lods Pasar Wua-wua yang kosong)
“Saya keliling lihat-lihat, hanya lods-lods kosong yang tidak terawat yang saya temui. Dan kita masuk kedalam itu seperti sedang berada di rumah hantu, atau tempat angker,” katanya.
Lanjut Pengganti Antar Waktu (PAW) Tina Nur Alam , dari total sekitar 600-an lods, hanya 10 persen saja yang ditempati pedagang untuk berjualan. Pedagang lainnya memilih tetap berjualan di Pasar Panjang yang notabanenya merupakan pasar yang bersifat sementara.
“Dari sekitar 600-an kios (lods, red) hanya sekitar 30-an atau 10 persennya saja yang ditempati,” ujar Wa Ode Nur Zaenab.
Baca juga: Satpol PP Kembali Jadwalkan Penertiban Pasar Panjang
Lanjutnya persoalan besar yang ada di Eks. Pasar Panjang berdasarkan informasi yang berkembang dimasyarakat, sehingga tidak bisa ditertibkan karena Djamalianingsi atau lebih dikenal dengan sebutan Lilis. Yang membuat para pedagang yang berada dipasar tersebut enggan untuk pindah.
“Ini harus dicari tahu, kenapa hanya seorang Ibu Lilis bisa mendominasi pasar itu, (Eks Pasar Panjang, red), dan mempengaruhi para pedagang untuk tidak pindah di pasar Wuawua. Ini harus segera diselesaikan,” tegasnya.
Laporan: Kadir Jaelani






