Wakatobi, Britakita.Net
Secara virtual, masyarakat adat Kadie Liya Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, gelar Festival Lalo’a pada Kamis (29/10/20). Dimana dalam festival tersebut dilakukan untuk menjaga kelestarian Ikan Baronang yang berada di Laut Wakatobi.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Panitia Festival Lalo’a, Usman yang mengatakan, kegiatan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena masih masa Pandemo Covid-19
“Kita lakukan festival Lalo’a secara virtual untuk menghindari penyebaran Covid-19 yang masih menimpa bangsa kita. Termasuk pelaksanaan teknis virtualnya kita sesuaikan dengan standar prokol kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah”. Katanya.
Lanjut Usman, Lalo’a kali ini juga menggunakan skema adopter atau lelang, yang bertujuan untuk menjaga kelestarian Ikan Baronang yang ada di laut lepas Wakatobi, khususnya di perairan sekitaran Kadie Liya.
“Skema adopsi ikan bertujuan menjaga kelestarian ikan. Adopsi juga berarti, masyarakat berkesempatan untuk memiliki ikan di laut Wakatobi.” Tegasnya.
Tim Darat Festival Lalo’a, Agus menyampaikan, sebanyak 1.181 ekor Ikan Baronang telah diadopsi oleh 8 orang adopter, dimana satu ekor ikan dilelang dengan harga 10.000.
“Lelang ikan 10.000 ekor untuk adopsi, kenapa ikan adopsi lebih mahal, karena ikan Adopsi dibiarkan semalam oleh nelayan untuk diberi kesempatan melepaskan telurnya sehingga kita hargai upaya konservasi ini dgn nilai lebih guna mendukung keberlangsungan populasi sumberdaya Ikan Baronang”,Ungkapnya.
H. La Alihi, salah seorang tokoh masyarakat Liya mengatakan, Adopsi Ikan Baronang bermakna sebagai Amar ma’ruf nahi mungkar terhadap sesama.
“Adopsi Ikan Baronang melalui kegiatan ini bukan sekedar festival tapi jauh lebih bermakna sebagai Amar ma’ruf nahi mungkar terhadap sesama, alam dan Rab Yanh Maha Agung, serta bernilai pahala di sisiNya, sebagaimana firmanNya dalam QS. Ar-Rahman ayat 10 dan ayat 16”. Katanya.
H. La Alihi juga berharap agar masyarakat senantiasa bersyukur dan menjaga kelestarian ikan dan melakukan penangkapan ikan dengan cara-cara yang baik dan dibenarkan oleh pemerintah.
“Ikan adalah kehidupan kita jadi mari kita jaga bersama kelestariannya,” ujarnya.
Laporan: Ganiru
Editor: Amar





