Ridwan Badala Disebut Buat Kegaduhan, APM Minta Adios Amini Surat BKN

oleh -68 Dilihat
oleh
Ridwan Badala Disebut Buat Kegaduhan, APM Minta Adios Amini Surat BKN
Massa Aksi APM Busel saat menggeruduk Kantor Bupati Busel

Busel, Britakita.net

Aliansi Pemuda dan Mahasiswa (APM) Buton Selatan (Busel) menggeruduk kantor DPRD Kabupaten Busel dan Kantor Bupati Busel, aksi tersebut imbas dari kebijakan Pj Bupati Busel Ridwan Badala yang melakukan Mutasi dan Demosi uang dinilai cacat. Dimana hal tersebut dinilai membuat kegaduhan dijajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Busel, yang berimbas pada pelayanan masyarakat.

Hal itu disampaikan Koordinator Lapangan (Korlap), Erlan saat dikonfirmasi media ini dirinya menjelaskan bahwa APM Busel terpaksa mendesak Pemkab Busel dibawah Kepemimpinan Adios untuk segera mengamini surat dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang membatalkan Mutasi dan Demosi yang dilakukan Pj Busel Ridwan Badala Februari lalu diakhir masa jabatannya. Dimana BKN menyatakan bahwa pelantikan aparatur tersebut tidak sesuai dengan norma, standar, dan kriteria (NSPK) manajemen ASN.

BACA JUGA :  Sambut HUT RI, ASR Busel Gelar Event Futsal

“Namun sayangnya kami melihat Pemkab Busel tak menindahkan Surat dari BKN untuk melakukan pembatalan atas kebijakan Ridwan Badala yang cacat karena telah ada teguran dari BKN,” katanya.

Dalam aksinya APM Busel meminta beberapa hal kepada pihak Pemkab yaitu Surat keputusan Busel untuk mengaminni keputusan BKN, Selanjutnya APM meminta Bupati Busel, Adios segara mengindahkan teguran dari BKN secepatnya, kemudian Adios juga diminta segera menetralisir para ASN di busel dan yang terakhir meminta mantan Pj Bupati Busel Ridwan Badala diproses atas perbuatannya dengan Undang-undang yang berlaku.

“Ridwan Badala harus diproses, dia telah membuat kegaduhan di Busel, dan kami yakin jika ASN melanggar jelas ada konsekuensi atas perbutannya itu. Dan kami juga meminta Bupati Busel saat ini harus gerak cepat,” tegasnya.

BACA JUGA :  Safari Ramadhan di Buton Selatan, Gubernur Bagikan Sembako dan Serahkan Bantuan Listrik

Erlan juga menjelaskan bahwa dirinya sempat mendatangi Kantor DPRD Busel, untuk menyuarakan aksinya namun sayangnya massa aksi tak menemukan satupun anggota DPRD Busel sehingga masa aksi melakukan pemblokiran kantor DPRD.

“Setelah dari DPRD kami kekantor Bupati Busel, penyambutannyapun tak sesuai harapan kami, bahkan dalam pertemuan itu Pemkab tak mau membuat berita acara pertemuan tanpa alas an yang jelas. Namun demikian kami akan Kembali lagi jika tuntutan kami tidak dilaksanakan,” tegasnya.