Perkuat Budaya Menabung Sejak Dini, Program KEJAR, Walikota Kendari Buka 60.819 Rekening SimPel

oleh
oleh
Perkuat Budaya Menabung Sejak Dini, Program KEJAR, Walikota Kendari Buka 60.819 Rekening SimPel

Kendari, Britakita.net

Pemerintah Kota Kendari resmi meluncurkan pembukaan 60.819 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi siswa SD dan SMP se-Kota Kendari dalam rangka. Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026. Peluncuran tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat inklusi keuangan sekaligus membangun budaya menabung sejak usia dini.

Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara Bismi Maulana Nugraha, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara Edwin Permadi, Kepala Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua Fuad Zain, jajaran Bank Sultra dan BPR Bahteramas, pimpinan organisasi perangkat daerah, kepala sekolah, guru, serta ribuan pelajar SD dan SMP se-Kota Kendari.

Perkuat Budaya Menabung Sejak Dini, Program KEJAR, Walikota Kendari Buka 60.819 Rekening SimPel

Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyampaikan apresiasi kepada OJK, Bank Indonesia, Bank Sultra, dan seluruh pihak yang telah menginisiasi Program KEJAR. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kesadaran finansial, sekaligus memperkuat budaya menabung sebagai bagian dari pendidikan karakter.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada OJK, Bank Indonesia, Bank Sultra, dan seluruh pihak yang telah menghadirkan program yang sangat luar biasa ini. Di tengah perkembangan zaman, anak-anak perlu dibekali pemahaman tentang pentingnya mengelola keuangan sejak dini melalui kebiasaan menabung. Harapan kami, program ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus berlanjut dan menjadi budaya yang diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Siska.

BACA JUGA :  Festival Pantai Nambo 2025 Resmi Diluncurkan, Jadi Magnet Wisata Baru di Kendari

Ia menegaskan bahwa rekening tabungan bukan sekadar sarana menyimpan uang, melainkan media pembelajaran yang membentuk kebiasaan hidup hemat, disiplin, dan bertanggung jawab. Menurutnya, pendidikan keuangan sejak dini juga menjadi upaya mencegah perilaku konsumtif serta penyalahgunaan uang yang diberikan orang tua kepada anak.

Perkuat Budaya Menabung Sejak Dini, Program KEJAR, Walikota Kendari Buka 60.819 Rekening SimPel

“Target kami bukan hanya memenuhi capaian nasional, tetapi memastikan seluruh pelajar di Kota Kendari memiliki rekening tabungan. Menabung sejak dini harus menjadi budaya, bukan sekadar program sesaat,” tegasnya.

Siska menjelaskan, jumlah pelajar SD dan SMP di bawah naungan Pemerintah Kota Kendari mencapai *55.763 siswa*, terdiri atas *40.466 siswa SD* dan *15.297 siswa SMP*. Sebelum peluncuran Program KEJAR, sebanyak *50.537 pelajar* atau sekitar *96 persen* telah memiliki rekening tabungan. Sementara hingga pelaksanaan launching, jumlah rekening SimPel yang telah dibuka meningkat menjadi *60.819 rekening*.

Perkuat Budaya Menabung Sejak Dini, Program KEJAR, Walikota Kendari Buka 60.819 Rekening SimPel

Pemerintah Kota Kendari juga memberikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang turut membantu penyediaan saldo awal pembukaan rekening bagi para pelajar. Sinergi tersebut dinilai menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam memperluas akses layanan keuangan bagi generasi muda.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengapresiasi capaian Kota Kendari yang dinilai berhasil mendorong perluasan kepemilikan rekening SimPel di kalangan pelajar.

BACA JUGA :  Pendiri Kendari Pos, H.M. Alwi Hamu Tutup Usia

“Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan semangat menabung yang mulai tumbuh di kalangan pelajar. Yang lebih penting, rekening tersebut harus terus aktif dengan kebiasaan menabung secara rutin,” kata Bismi.

Menurutnya, literasi keuangan sejak dini menjadi bekal penting agar anak-anak mampu mengelola keuangan secara bijak sekaligus terlindungi dari berbagai risiko keuangan digital, seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, maupun praktik judi online. Ia juga mengajak sekolah dan orang tua untuk menjadikan budaya menabung sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Senada dengan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus mendukung Program KEJAR melalui penguatan literasi keuangan serta edukasi *Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah*. Selain mendorong sistem pembayaran yang aman dan efisien, BI bersama OJK akan terus meningkatkan edukasi mengenai perlindungan konsumen dan keamanan transaksi digital bagi para pelajar.

Edwin juga mengungkapkan bahwa Bank Indonesia akan kembali berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kendari dalam penyelenggaraan *Maimo Festival* pada awal Agustus 2026. Festival tersebut akan menghadirkan berbagai kegiatan literasi keuangan, pameran UMKM, beragam perlombaan, hingga pengumuman pemenang *Sekolah Hebat Menanam Cabai*, sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekonomi lokal. (Advetorial)