Kendari, Britakita.net
Pelatihan SMK Go Global Tahun 2026 yang diikuti 19 peserta kini memasuki tahap akhir. Setelah mengikuti rangkaian pembelajaran dan praktik keterampilan, para peserta dijadwalkan menghadapi uji kompetensi pada 27–28 Oktober 2026 sebagai tahapan untuk mengukur kemampuan yang telah diperoleh selama pelatihan.
Pelatihan yang berlangsung pada 8–28 Oktober 2026 ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan keterampilan peserta agar memiliki kemampuan sesuai kebutuhan dunia kerja, khususnya dalam bidang perawatan kuku tangan dan kaki (manicure dan pedicure) serta keterampilan hairdresser.
Pembelajaran efektif dilaksanakan pada 9–26 Oktober 2026, sementara dua hari terakhir dialokasikan untuk pelaksanaan uji kompetensi bagi seluruh peserta.
Ketua Panitia SMK Go Global Tahun 2026, Omar Wahid, S.Kom., M.Kom., mengatakan bahwa program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan yang dapat menunjang kesiapan mereka memasuki dunia kerja.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga diharapkan mampu menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan daya saing di dunia kerja.
“Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami belum dapat menyampaikan hasil kompetensi peserta karena pelaksanaan uji kompetensi belum berlangsung,” jelas Omar, Senin, 26 Oktober 2026.
Atas nama panitia, Omar menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara beserta seluruh jajaran atas dukungan, kepercayaan, dan koordinasi yang telah diberikan sehingga pelaksanaan Program SMK Go Global Tahun 2026 dapat berjalan dengan baik.
Ia berharap seluruh pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh peserta selama mengikuti pelatihan dapat diterapkan serta menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
“Semoga seluruh pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi para peserta serta menjadi bekal untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan mereka dalam memasuki dunia kerja,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan BP3MI Sultra, Wa Ode Sri Wahyuni, S.Psi., menegaskan bahwa berakhirnya masa pembelajaran bukan berarti proses belajar peserta telah selesai. Sebaliknya, para peserta diharapkan terus mengembangkan kemampuan, mengasah keterampilan, serta menjaga semangat belajar sebagai persiapan menghadapi persaingan di pasar kerja global.
Menurut Wa Ode Sri Wahyuni, selama kurang lebih 18 hari mengikuti pelatihan, peserta telah memperoleh berbagai ilmu dan keterampilan yang perlu diterapkan serta dikembangkan secara berkelanjutan.
“Peserta itu betul dapat menerapkan ilmunya selama kurang lebih 18 hari ini, tetapi mereka tetap harus mengembangkan dan mengasah kemampuan. Karena ke depan mereka akan ditempatkan di luar negeri. Istilahnya, mereka yang ingin mengisi peluang tersebut harus siap bersaing di pasar global,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali pemahaman mengenai kedisiplinan dan etika kerja. Kedua aspek tersebut dinilai penting dalam membentuk sikap profesional, baik selama mengikuti pelatihan maupun ketika nantinya bekerja.
“Mereka diajarkan bagaimana disiplin dan etika kerja, baik dalam proses pelatihan maupun ketika nanti berada di dunia pekerjaan,” jelasnya.
Wa Ode Sri Wahyuni turut mengapresiasi semangat para peserta yang mampu mengikuti rangkaian pelatihan hingga tahap akhir. Ia berpesan agar para peserta tetap menjaga motivasi belajar dan kesehatan sehingga dapat mempersiapkan diri secara optimal menghadapi tantangan dunia kerja.
“Berakhirnya pelatihan ini bukan berarti pelatihannya berakhir. Saya salut dengan semangat adik-adik peserta SMK Go Global karena masih bisa bertahan sampai hari ini. Jaga terus semangat belajarnya dan jaga terus kesehatannya,” tuturnya.
Ditempat yang sama, Ketua Yayasan LPK Prima Kendari, Jamiah, menyampaikan bahwa Program SMK Go Global Tahun 2026 merupakan kesempatan berharga bagi para peserta untuk meningkatkan keterampilan, membangun kedisiplinan, serta mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja, termasuk peluang kerja di pasar internasional.
Menurutnya, keterampilan di bidang manicure, pedicure, dan hairdresser perlu didukung dengan sikap profesional, tanggung jawab, serta kemauan untuk terus belajar agar peserta mampu bersaing dan memenuhi tuntutan dunia kerja.
“Melalui pelatihan SMK Go Global ini, kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan secara teknis, tetapi juga memiliki kedisiplinan, etika kerja, dan kepercayaan diri. Semua ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan harus terus diasah dan dikembangkan agar menjadi bekal dalam meraih peluang kerja di masa depan,” ujar Jamiah.
Ia juga berharap para peserta dapat mengikuti uji kompetensi dengan baik dan menjadikan tahapan tersebut sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan yang telah dipelajari selama pelatihan.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti uji kompetensi. Apa yang telah dipelajari hendaknya tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus dipraktikkan dan ditingkatkan. Persaingan di dunia kerja semakin menuntut tenaga kerja yang terampil, disiplin, dan profesional,” tambahnya.
Jamiah turut menyampaikan apresiasi kepada BP3MI Sulawesi Tenggara atas kepercayaan dan kerja sama dalam pelaksanaan program tersebut. Ia berharap sinergi antara lembaga pelatihan dan berbagai pihak terkait dapat terus diperkuat untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda dalam meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan masa depan.
“Harapan kami, Program SMK Go Global dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta. Semoga keterampilan dan pengalaman yang mereka dapatkan menjadi modal untuk melangkah menuju dunia kerja dengan lebih siap, serta mampu memanfaatkan peluang yang tersedia, baik di dalam maupun di luar negeri,” tutupnya.
Sementara itu, salah seorang peserta, Dea Anan Tasyah, mengungkapkan rasa syukurnya karena memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti Pelatihan SMK Go Global Tahun 2026. Ia mengaku mendapatkan tambahan ilmu dan pengetahuan berharga dari para instruktur yang membimbing peserta selama kegiatan berlangsung.
“Kami sangat bersyukur karena dapat belajar banyak hal baru yang tentunya akan bermanfaat bagi kami ke depannya,” ungkap Dea.
Perempuan asal Kabupaten Konawe tersebut mengatakan, pengalaman mengikuti pelatihan tidak hanya memberinya pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga kesempatan menjalin pertemanan dengan peserta dari berbagai daerah.
Baginya, kebersamaan selama pelatihan menjadi pengalaman berharga yang akan selalu dikenang dan menjadi bagian dari perjalanan dalam mempersiapkan masa depan.
Ia berharap program pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan dengan baik sehingga semakin banyak peserta memperoleh kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
“Semoga pelatihan-pelatihan berikutnya dapat terus berjalan dengan lancar dan semakin baik. Semoga ilmu yang telah diberikan dapat kami terapkan dengan baik serta menjadi bekal yang bermanfaat bagi masa depan kami,” tambahnya.
Dea juga menyampaikan terima kasih kepada BP3MI Sulawesi Tenggara, panitia, dan para instruktur yang telah memberikan kesempatan, bimbingan, serta pendampingan selama pelatihan.
“Terima kasih juga kepada BP3MI Sulawesi Tenggara, panitia, dan kakak-kakak instruktur yang telah membimbing, mendampingi, serta memberikan ilmu kepada kami selama pelatihan berlangsung,” pungkasnya.






